BERITA
Berita dan Informasi
Informasi pilihan dan penting yang dipublikasikan oleh easyUmroh, sehingga bisa menjadi referensi bagi para jamaah Umroh atau calon jamaah Umroh, dalam memperkaya khasanah informasi seputar Ibadah Umroh, dan informasi pundukung lainya di sekitar Mekah dan Madinah.
-
RegulasiRAUDHAH: BEGINI CARA MASUK KE AREA DESTINASI IDAMAN INI
Lutfi MB- admin easyumroh 08-07-2026 05:05Raudhah adalah area yang terletak di antara makam Nabi ﷺ dan mimbar beliau di Masjid Nabawi, Madinah. Tempat ini memiliki nilai spiritual dan sejarah yang sangat penting. Jutaan orang mengunjungitempat ini orang setiap tahunnya.Untuk dapat masuk area Raudhah ini, agar bisa melaksanakan ibadah didalamnya, kita perlu menjadwalkan kunjungan melalui aplikasi bernama Nusuk. Menjadi kewajiban jemaah untuk memesan jadwal kunjungan ke Raudhah melalui Nusuk terlebih dahulu. Agar mendapatkan akses ke Raudhah - yang juga dikenal sebagai "Riyadhul Jannah"- bisa menjadi tantangan tersendiri, mengingat tingginya minat pengunjung. Karena besarnya permintaan, pihak berwenang meluncurkan aplikasi Nusuk tersebut, shingga kunjungan ke Raudhah bisa diatur lebih seksama. Dan para peziarah yang melaksanakan ibadah didalamnya, yang berharap mendapat berkah lebih banyak dalam kunjungannya ke Masjid Nabawi, bisa merasa lebih nyaman dan teratur. Berikut ini panduan langkah demi langkah untuk menjalani proses tersebut.Pertama kamu perlu unduh Instalasi Nusuk. Sebagai langkah awal, pastikan Kamu telah mengunduh dan menginstal aplikasi Nusuk di ponsel pintarmu. Aplikasi ini merupakan sarana utama untuk memesan jadwal kunjungan ke Raudhah. Kamu dapat mengunduhnya melalui Google Play Store atau App Store. Setelah aplikasi terinstal, Kamu perlu membuat akun. Untuk itu, Kamu diminta untuk memberi informasi berikut:• Nomor visa• Nomor paspor• Tanggal lahir• Kewarganegaraan• Nomor ponsel• Alamat email• Kata sandi Selanjutnya, Kamu dapat login ke aplikasi dengan memasukkan kewarganegaraan, nomor paspor, dan kata sandi yang telah Kamu buat saat pendaftaran. Sebagai catatan: Masukkanlah alamat email yang masih dapat Kamu akses. Karena jika Kamu keluar dari aplikasi dan perlu masuk kembali, Kamu mungkin diminta memasukkan kode verifikasi yang akan dikirimkan ke alamat email terdaftar Kamu tadi. Setelah itu, bagaimana cara mengakses bagian pemesanan Raudhah?Setelah akunmu aktif, buka bagian yang bertuliskan Prophet’s Mosque Services (Layanan Masjid Nabawi). Dari sana, pilih Praying in the Noble Rawdah Women untuk wanita Salat di Raudhah Mulia – Wanita" atau Praying in the Noble Rawdah Men "Salat di Raudhah Mulia – Pria" sesuai dengan jenis kelamin Kamu. Perlu diingat bahwa tanggal dan waktu yang tersedia berbeda antara pria dan wanita. Di dalam bagian pemesanan, Kamu akan melihat pilihan tanggal dan slot waktu yang tersedia. Pilih opsi yang sesuai dengan rencana kunjungan Kamu. Perlu diingat bahwa karena tingginya permintaan, ketersediaan slot bisa saja terbatas. Sangat disarankan untuk melakukan pemesanan kunjungan jauh-jauh hari. Jika Kamu mendapati tidak ada slot yang tersedia, hal itu tidak selalu berarti semua slot sudah habis dipesan. Sistem mungkin belum diperbarui, jadi memeriksa kembali secara berkala akan meningkatkan peluang Kamu untuk mendapatkan slot yang sesuai.Perlu untuk diingat, ini penting: Patuhi slot waktu yang telah Kamu pilih. Hal in karena terdapat ketentuan pembatasan di mana Kamu mungkin hanya diberikan satu izin saja setiap 365 hari (meskipun kebijakan ini dapat berubah). Jika Kamu melewatkan slot yang telah dijadwalkan, hal ini dapat menggagalkan kesempatan Kamu untuk mengunjungi Raudhah selama masa kunjungan Kamu di Madinah maupun untuk sisa tahun tersebut! Setelah memilih tanggal dan waktu, ikuti petunjuk di layar untuk menyelesaikan pemesanan. Kamu perlu menyetujui syarat dan ketentuan dengan mencentang kotak "Kewajiban untuk melihat petunjuk", Obligation to see the instructions. Setelah selesai, izin Kamu akan tersedia di aplikasi Nusuk. Pastikan izin tersebut siap ditunjukkan saat Kamu berkunjung ke Masjid Nabawi ﷺ.Saat hendak mengunjungi Raudhah, pastikan Kamu sampai dimasjid Nabawi sebelum jadwal waktu yang telah Kamu pesan. Antrean masuk berada di pelataran Masjid Nabawi, dan waktu tunggunya terkadang cukup lama. Sebelum memasuki area Masjid Nabawi yang mengarah ke Raudhah, petugas keamanan akan meminta untuk melihat izin yang Kamu dapatkan di aplikasi Nusuk tadi. Pastikan baterai ponselmu dalam kondisi cukup terisi untuk menampilkan izin tersebut. Setelah pemeriksaan izin, Kamu mungkin masih perlu menunggu, baik di luar maupun di bagian lain masjid. Saat menanti giliran untuk memasuki Raudhah yang mulia, anggaplah ini sebagai momen yang sangat berharga. Kesempatanmu untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ dan meningkatkan khusyukkan diri dalam berzikir. Ingatlah untuk senantiasa bersabar dan menjaga adab selama proses ini berlangsung; semoga kunjungan Kamu dilimpahi keberkahan.Jika Kamu memang ingin mengunjungi Raudhah saat ke Masjid Nabawi, tim easyumroh.id selalu siap membantu, hubungi dan atur perjalananmu bersama tim #easyumroh. Easy Umroh ~ Jalan Mudah Menuju Baitullah
-
Tips & tricksMajma’ Malik Fahd Madinah, Kompleks Dengan Percetakan Al Quran Terbesar Di Dunia
Lutfi MB- admin easyumroh 03-07-2026 06:06Majma’ Malik Fahd atau Kompleks Percetakan Mushaf Al-Quran Raja Fahd di Madinah Al-Munawwarah adalah pusat pencetakan Al-Quran terbesar di dunia. Didirikan sejak 1984, kompleks seluas 250.000 meter persegi ini memproduksi sekitar 18 juta hingga 30 juta mushaf per tahun. Tak hanya untuk kebutuhan Arab Saudi, mushaf Al-Qur’an dari kompleks ini didistribusikan ke puluhan negara dalam 78 bahasa. , termasuk versi braille untuk tunanetra serta terjemahan bahasa isyarat—yang disebut sebagai yang pertama di dunia. Kompleks ini berjarak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd beroperasi 24 jam penuh dengan dukungan sekitar 1.100–1.300 pekerja dan mesin cetak berkapasitas besar. Tamu-tamu Allah, para peziarah Kota Suci Madinah, yang datang dari berbagai penjuru dunia sangat antusias mengunjungi kompleks percetakan mushaf Al Quran ini. Sepanjang tahun 1447 H saja, lebih dari 1,3 juta orang telah berkunjung ke Majma’ Malik Fahd atau Kompleks Percetakan Mushaf Al-Quran Raja Fahd di Madinah Al-Munawwarah. Kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd, Madinah Al Munawwarah ini memiliki berbagai fasilitas yang lengkap. Di dalam areal kompleks itu terdapat masjid, gedung administrasi, gedung pencetakan, gudang, transportas, marketing, perpusatakaan, restoran dan lain sebagainya. Dibangunnya kompleks ini pada tahun 1982 berawal dari kebutuhan umat Islam di dunia terhadap mushaf Al Qur'an. Majma’ Malik Fahd ini merupakan jawaban dari kebutuhan mushaf dan penerjemahan Al Qur'an ke berbagai bahasa di dunia. Awalnya percetakan ini hanya mencetak Alquran saja saat beroperasi sejak 1984. Dalam perkembangannya kemudian, Percetakan khusus Al-Qur'an itu berada di bawah koordinasi Kementerian Urusan Agama, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi ini, melakukan diversifikasi produksi, tidak hanya mushaf Alquran saja yang dirilis, tapi juga audio seperti kaset, serta kepingan CD. Kini, kompleks tersebut juga dikelola sebagai wisata edukasi religi, lengkap dengan masjid, perpustakaan, pusat ilmiah, hingga fasilitas pendukung lainnya. Meski terbuka untuk umum, pengunjung tetap harus mengikuti prosedur resmi dan perizinan sebelum masuk ke area produksi. Setiap harinya, jumlah pengunjung Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Meski demikian, pengelola membatasi kunjungan ke dalam area produksi demi menjaga ketertiban dan kesucian proses pencetakan. Menurut pihak pihak pengelolah lembaga ini, tingginya angka kunjungan ini mencerminkan kepercayaan global yang terus mengalir kepada pihaknya, sekaligus buah dari pengembangan berkelanjutan pada sistem teknis dan produksinya. Teknologi tercanggih terus diterapkan dalam mencetak Mushaf Al-Qur’an, sejalan dengan standar kualitas dan ketelitian tertinggi yang dijaga secara konsisten. Majma` , (sebutan masayarakat yang akrab dengan lembaga ini) turut memperkuat kehadiran media dan sosialisasinya melalui pengembangan program penyambutan delegasi dan pengorganisasian kunjungan, serta memperkaya konten media dan edukasi dalam berbagai bahasa. Upaya ini berkontribusi menyampaikan misinya ke panggung global, sekaligus memperkenalkan kepada para pengunjung dedikasi yang telah dijalankan dalam melayani Al-Qur’an Al-Karim. Pengunjung yang ingin melihat langsung proses pencetakan mushaf Al-Qur’an perlu memperhatikan jam operasional berikut:Hari Ahad hingga Kamis:· Sesi pagi: pukul 07.00–12.00· Sesi sore/malam: pukul 14.00–21.00Hari Jumat:· Kunjungan terbatas pada sesi sore/malam, pukul 15.00–21.00Adapun Hari Sabtu:· Sesi pagi: pukul 08.00–12.00· Sesi sore/malam: pukul 15.00–21.00 Dalam satu rombongan, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 15–20 orang dengan durasi kunjungan kurang lebih 15 menit. Pengunjung diperbolehkan melihat langsung proses produksi, namun tidak diizinkan menyentuh mushaf yang sedang dicetak. Pengunjung wanita hanya boleh memasuki workshop kompleks saja yang letaknya berdampingan dengan gerbang kompleks. Menariknya, setiap pengunjung akan mendapatkan mushaf Al-Qur’an secara gratis. Kalau kamu ingin umrah dan bisa mengatur perjalanannmu lebih bebas, rancanglah jadwalmu bersama tim easyumroh.id dan untuk bisa mersakan gampangnya mengatur perjalanan umrah. #easyumroh Jalan Mudah Menuju Baitullah
-
Tips & tricksMAQAM IBRAHIM
Lutfi MB- admin easyumroh 25-06-2026 04:04Maqam IbrahimHampir semua Umat Islam, terutama mereka yang pernah mengunjungi Ka’bah, akrab dengan sebutan maqam Ibrahim. Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang masih beranggapan salah dengan mengira bahwa Maqam Ibrahim merupakan makam atau kuburan Nabi Ibrahim Alaihissalam.Padahal, kata "maqam" ini dalam bahasa Arab yang berarti tempat berdiri atau tempat berpijak, bukan kuburan. Maqam Ibrahim adalah batu bersejarah tempat Nabi Ibrahim Alaihissalam berpijak saat membangun Ka'bah. Terletak sekitar 9 meter di timur Ka'bah, batu ini menampilkan jejak kaki beliau dan diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai lokasi yang diberkahi untuk mendirikan salat.Batu tersebut berukuran relatif kecil dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Pada permukaannya terdapat dua cekungan yang diyakini sebagai bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS, masing-masing sedalam sekitar 10 sentimeter dan 9 sentimeter. Menurut riwayat dari Said bin Zubair, batu ini digunakan oleh Nabi Ibrahim saat beliau berdiri dan membangun Ka'bah bersama Nabi Ismail. Sejarawan Al-Kurdi mencatat bahwa meskipun tingginya hanya sekitar 20 cm, batu ini dapat naik dan turun dengan mukjizat Allah Swt. sesuai kebutuhan Nabi Ibrahim. Ketika satu sisi bangunan selesai, batu ini dipindahkan ke sisi lainnya hingga seluruh tembok Ka'bah berdiri kokoh. Batu ini digunakan sebagai pijakan bergerak oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat meninggikan dinding Ka'bah. Atas kekuasaan Allah, batu tersebut menjadi lembut sehingga meninggalkan bekas telapak kaki Ibrahim yang masih terlihat jelas hingga kini.Setelah pembangunan selesai, Allah Azza wa Jalla memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar menunaikan ibadah haji, sebuah panggilan yang konon disampaikan dari atas Maqam Ibrahim ini. Dalam Al Quran di surat Ali Imran ayat 96-97 disebutkan hal itu, yang artinya:“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu2 mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” Sebagai bentu syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Ibrahim Alaihissalam disebut melaksanakan shalat dua rakaat ditempat itu, setelah menyelesaikan meninggikan Ka'bah. Karena itu, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Perintah tersebut termaktub dalam firman-Nya:"Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat" (QS Al-Baqarah: 125).Berdasarkan ayat ini, jamaah yang telah menyelesaikan tujuh putaran tawaf dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila kondisi memungkinkan.Maqam Ibrahim menjadi salah satu tempat yang dihormati di Masjidil Haram, Makkah. Umat Islam yang menunaikan haji dan umroh selalu menyempatkan diri untuk berdoa dan melaksanakan salat sunnah di sekitar Maqam Ibrahim. Dalam sejarahnya, posisi Maqam Ibrahim tidak selalu berada di lokasi seperti sekarang.Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, Maqam Ibrahim digeser sedikit ke arah timur untuk mengakomodasi semakin banyaknya jamaah yang datang ke Masjidil Haram. Kebijakan tersebut diambil agar jamaah yang sedang bertawaf tidak terganggu oleh jamaah yang melaksanakan shalat di sekitar Maqam Ibrahim, sehingga kedua ibadah tersebut dapat berlangsung dengan lebih tertib dan nyaman. Awalnya, Maqam Ibrahim dibiarkan terbuka tanpa pelindung apa pun. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan struktur yang lebih permanen dan melindunginya muncul. Pada masa Kesultanan Utsmaniyah, dibangunlah sebuah bangunan pelindung khusus yang dilengkapi dengan kanopi di bagian belakang yang menjorok ke arah Maqam Ibrahim, sehingga menciptakan ruang di bawahnya bagi orang-orang untuk melaksanakan salat. Struktur awal ini didirikan pada tahun 810 H (1408 M). Seiring waktu, bangunan tersebut mengalami pemugaran dan renovasi yang dilakukan oleh berbagai sultan serta dermawan lainnya. Pada bulan Rajab 1387 H (November 1967 M), pemerinta Kerajaan Saudi Arabia membongkar struktur tersebut dan menggantinya dengan bangunan pelindung yang lebih kecil—bentuk yang dapat kita lihat hingga saat ini. Batu berbentuk kotak tersebut kini dilindungi oleh struktur bangunan kecil berlapis kaca dan logam.Di tengah berbagai peristiwa sejarah, peperangan, dan pergantian zaman yang telah berlangsung selama ribuan tahun, batu tersebut tetap terlindungi dan menjadi bagian penting dari syiar Islam di Tanah Suci.Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa Maqam Ibrahim merupakan salah satu dari tiga batu yang diturunkan Allah dari surga. Dua batu lainnya adalah Hajar Aswad dan batu yang pernah digunakan oleh Bani Israil. Keberadaan Maqam Ibrahim yang tetap terjaga hingga sekarang dipandang oleh banyak ulama sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Meskipun peningkatan jumlah jemaah setiap tahunnya selalu memadati situs ini, pemerintah Arab Saudi terus berusaha menjaga kelestarian situs ini agar tetap dapat dikunjungi oleh umat muslim dari seluruh dunia. Maqam Ibrahim memberikan beberapa keutamaan bagi umat muslim, khususnya bagi yang menunaikan ibadah haji ataupunumrah, antara lain: 1. Tempat Salat Sunnah Setelah TawafBerdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 125, umat Islam disunnahkan untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat salat dua rakaat setelah menyelesaikan tawaf. 2. Tempat Mustajab untuk BerdoaMakam Ibrahim juga diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa. 3. Simbol Keagungan dan KemuliaanAllah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan Maqam Ibrahim, menjadikannya sebagai salah satu situs yang penting bagi umat muslim di Makkah.Pemerintah dan pengurus Masjidil Haram juga diberi kemampuan merawat tempat ini dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Islam. Jemaah yang berkunjung juga merasa tertarik untuk melihat, mengunjungi, dan beribadah di depan Makam Ibrahim sebagai wujud penghormatan mereka. 4. Saksi Pembangunan Ka'bahMakam Ibrahim bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol dari proses pembangunan Ka'bah. 5. Pengingat Ketekunan dan KetaatanBagi yang melihat atau beribadah di depan Makam Ibrahim, tempat ini menjadi pengingat akan ketekunan dan ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan amanah Allah.Batu yang mengandung jejak kaki Nabi Ibrahim itu mengingatkan umat Islam akan dedikasi beliau bersama Nabi Ismail dalam menaati perintah Allah Swt, sebuah warisan yang tetap hidup hingga kini. Kisah beliau menjadi teladan yang inspiratif, mendorong umat Islam untuk lebih kuat dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah Yang Mahasuci. Maqam Ibrahim memiliki tempat khusus dalam hati umat muslim di seluruh dunia. Selain sebagai bagian dari sejarah Islam yang kaya, tempat ini juga menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan keimanan Nabi Ibrahim yang tidak tergoyahkan. Ibadah di depan Maqam Ibrahim merupakan bentuk penghormatan yang mendalam, menghubungkan para jemaah dengan salah satu nabi yang paling dicintai dalam sejarah agama Islam. Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam memahami Maqam Ibrahim secara proporsional. Bagi kamu yang ingin melakukan umrah mandiri atau ingin mengatur perjalanan ibadahmu lebih privat, kamu bisa mengaturnya dengan Tim Easy Umroh di easyumroh.id dan bicarakan rencanamu. #Easy Umroh : Jalan Mudah Menuju Baitullah
-
Tips & tricksDIGILTALISASI PETA HARAMAIN, KINI INFORMASI DAN NAVIGASI DALAM GENGGAMAN ANDA
Lutfi MB- admin easyumroh 02-06-2026 03:03Kerajaan Arab Saudi terus menerus meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah di dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Peningkatan layanan ini unutk kemudahan dan keamanan jamaah. Otoritas Haramain kini telah menghadirkan peta interaktif digital untuk membantu pengunjung menemukan lokasi secara akurat. Jamaah dapat mengakses layanan ini langsung melalui ponsel, sehingga mereka tidak lagi kebingungan di area yang luas. Otoritas Haramain telah memperkenalkan sistem navigasi digital berbasis QR code. Jamaah dapat memindai kode yang tersedia di berbagai titik Masjidil Haram untuk mengetahui posisi mereka secara akurat. Jamaah segera akan terhubung dengan peta digital. Peta interaktif tersebut membantu jamaah menemukan berbagai fasilitas penting di dalam masjid. Sistem ini, utamanya akan memudahkan jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah sehingga mereka tidak tersesat saat mencari lokasi tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya. Sistem ini menampilkan posisi pengguna secara real-time. Fitur di aplikasi tersebut akan bermanfaat bagi jamaah untuk menentukan arah dengan tepat. Solusi ini sangat berguna, terutama saat kepadatan meningkat karena jutaan pengunjung datang dari berbagai negara.Dengan peta interaktif tersebut berbagai rute menuju lokasi utama di Haramain akan mudah ditemukan. Jamaah dapat memilih jalur terbaik untuk menuju Ka’bah di Masjidil Haram maupun Raudhah di Masjid Nabawi. Sistem navigasi pada aplikasi tersebut akan membimbing pengguna langkah demi langkah hingga sampai ke tujuan. Otoritas telah menyesuaikan jalur tersebut dengan rute resmi. Hal ini untuk menjaga pergerakan jamaah tetap tertib, aman, dan terarah. Dengan demikian, pengalaman ibadah menjadi lebih nyaman meskipun di tengah keramaian.Tapi sebentar, peta digital ini tidak hanya menampilkan rute perjalanan. didalamnya juga menyediakan informasi penting lainnya, seperti lokasi pintu masuk, area parkir, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. Dengan demikina jamaah dapat langsung menentukan akses terbaik sesuai kebutuhan mereka.Bahkan layanan ini menampilkan lokasi kendaraan dan jalur titik pengambilannya. Fitur ini sangat memudahkan jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas. Mereka dapat berpindah tempat dengan lebih tenang dan efisien.OtoritasHaramain memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas layanan di Dua Masjid Suci.Memang Kerajaan Saudi Arabia termasuk Negara yang melakukan digitlisasi besar-besaran. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan Arab Saudi. Ini menunjukkan komitmen kuat Kerajaan Arab Saudi dalam melayani tamu Allah. Dengan dukungan kemajuan teknologi, jamaah pengunjung duaKota Suci dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertata, aman, dan nyaman.Kalau kamu ingin menikmati kecanggihan pelayanan di dua Kota Suci, rancang perjalannanmu bersama tim easyumroh.id untuk menghadirkan pengalaman lebih berkesan. #easyumroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu
-
Tips & tricksWADI URANAH SAKSI KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH ﷺ
Lutfi MB- admin easyumroh 21-05-2026 07:07Wadi Uranah (bahasa Arab: عرنة وادي) adalah sebuah lembah yang terletak di wilayah Mekkah, tepat di depan Masjid Namirah. Terletak di luar Arafah dan di luar kawasan suci Haram, lembah ini merupakan bagian dari Hil.Al-Hil (bahasa Arab: الحل) adalah wilayah antara batas Mawaqit (tempat miqat) dan batas Haram. Kota-kota seperti Jeddah, Khulais, al-Janun, dan Taneem semuanya terletak di wilayah ini. Para jamaah haji atau umrah yang tinggal di atau melewati al-Hil harus memasuki keadaan ihram sebelum melewati batas Haram. Lembah Uranah ini memiliki nilai sejarah penting sebagai tempat di mana khutbah perpisahan Nabi ﷺ disampaikan selama ibadah haji terakhirnya. Pada Hari Arafah, selama Haji Wada’ (Haji Perpisahan), Nabi ﷺ tinggal di sebuah tenda di Namirah. Istri-istri Beliau juga berkemah di tenda-tenda di sekelilingnya. Saat matahari terbenam, Beliau memanggil unta betinanya, al-Qaswa. Kemudian dengan menunggang unta itu Beliau menuju ke bagian dalam Wadi Uranah, tempat dimana para sahabatnya dapat berkumpul di sekelilingnya. Beliaupun sampai di dasar lembah. Dengan tetap duduk di atas untanya, Nabi ﷺ menyampaikan khutbah yang sangat dahsyat kepada para sahabatnya. Khutbah ini kemudian dikenal sebagai Khutbatul-Wada’ (Khutbah Perpisahan). Saat ini, sebuah masjid, Masjid Namirah sebutannya, berdiri di daerah ini. Bagian depan masjid yang membentang di luar batas Arafah, adalah tempat Nabi ﷺ menyampaikan khutbah dan kemudian menggabungkan shalat Dhuhur dan Asar setelahnya.Setelah menjamak shalat Dhuhur dan Asar ditempat itu, Nabi ﷺ melanjutkan perjalanan ke Arafah dan melakukan wuquf (berdiam) di sana.Ada larangan dari Nabi ﷺ berkaitan dengan tempat ini (Wadi Uranah). Nabi Muhammad ﷺ melarang melakukan wuquf di sana pada Hari Arafah saat ibadah haji, karena tempat itu merupakan garis pemisah antara Arafah dan Mekkah. Beliau bersabda:Seluruh Arafah adalah mawaqif (tempat wuquf), kecuali bagian tengah Uranah, dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri, kecuali bagian tengah Muhassir.[Diriwayatkan dalam Muwatta’ Malik] Kisah Ekspedisi Abdullah ibn Unais.Lembah ini juga dikenal sebagai lokasi ekspedisi Abdullah ibn Unais pada tahun 4 H (625 M). Menanggapi laporan yang menyatakan bahwa Khalid ibn Sufyan sedang merencanakan serangan terhadap Madinah dan menghasut permusuhan terhadap kaum Muslim di Nakhlah atau Uranah. Nabi ﷺ mengutus Abdullah ibn Unais untuk mengatasinya.Abdullah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memanggilnya, seraya berkata:Aku telah menerima informasi bahwa Khalid ibn Sufyan al-Hudhali telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang Madinah. Dia sekarang berada di Uranah atau Nakhla. Pergilah ke sana dan bunuh dia. Setelah bertemu dengannya, kamu akan merasakan gemetar.Abdullah bin Unays mengenang:Setelah sampai di tempat Khalid, ia bertanya sambil menunjuk saya, ‘Siapakah orang ini?’ Saya menjawab, ‘Saya seorang Arab dari suku Banu Khuzaymah yang telah mendengar tentang persiapan Anda melawan Rasulullah ﷺ.’ Khalid menegaskan niatnya dan mengundang saya ke tendanya, di mana ia menawarkan saya susu untuk diminum. Kemudian ia menyuruh saya beristirahat di tenda sebelahnya. Malam itu juga, saya memasuki tendanya dan menyelesaikan tugas untuk melenyapkannya. Setelah itu saya berlindung di sebuah gua, dan diam-diam kembali ke Madinah. Setelah tiba, Rasulullah ﷺ berkata, ‘Kamu telah menyelesaikan misimu dengan sukses.’ Kemudian Nabi ﷺ memberinya hadiah berupa tongkatnya, seraya menyatakan:Ini akan menjadi tanda antara kamu dan aku pada Hari Kiamat. Setelah Abdullah bin Unays wafat, ia memerintahkan agar tongkat itu dikuburkan bersamanya, dibungkus dengan kain kafannya. Saat menunaikan umrah kamu akan diajak untuk mengunjungitempat tempat semacam ini, agar mengetahui sejarah besar dan keagungan agama Allah.Susun rencana perjalanan umrahmu bersama tim easyumroh.id untuk memperoleh kenangan lebih berkesan.#Easy Umroh - memudahkan perjalanan umrahmu Kisah ini didokumentasikan dalam kitab “Akhbaar Makkah” karya Faakihi, karya Ibn Hisham (Jilid 1, hal. 640) dan “Ma’aalim Makkah” (hal. 184).
-
RegulasiSEKILAS TENTANG MIQAT BI’R ALI, DZUL HULAIFAH
Lutfi MB- admin easyumroh 14-04-2026 06:06Miqat Dzul Hulaifah, juga dikenal sebagai 'Abyar Ali,' adalah salah satu lokasi Mawaqit (miqat-miqat) yang harus dilewati oleh mereka yang berniat memasuki Makkah al-Mukarramah untuk Haji atau Umrah untuk mengenakan Ihram dan beniat. Ini adalah Miqat bagi penduduk al-Madinah al-Munawwarah dan mereka yang melawatinya untuk melakukan haji atau umrah. Lokasi Miqat Dzul HulaifahNama " Dzul Hulaifah " diambil dari bentuk kecil tanaman "al-Hulaf" (Elaeagnus) yang banyak terdapat di lokasi tersebut. Nama 'Abyar Ali' juga digunakan karena Khalifah Ali Ibn Abi Talib Radhiallahu anhu memerintahkan penggalian sumur ketika beliau tinggal di Dzul Hulaifah. Lokasi ini juga dikenal sebagai 'Masjid al-Syajarah' (Masjid Pohon) karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berteduh di bawah pohon di tempat ini ketika beliau berangkat untuk Umrah dan saat Haji Perpisahan (Haji wada’). Masjid Miqat terletak di sebelah utara Makkah al-Mukarramah, pada ketinggian 640 m di atas permukaan laut. Masjid ini menghadap sisi barat Lembah al-Aqiq (Wadi al-'Aqiq) di al-Madinah al-Munawwarah. Jaraknya 433 km dari Masjidil Haram di Makkah al-Mukarramah dan sekitar empat belas km dari Masjidil Nabawi di al-Madinah al-Munawwarah. Pembangunan Miqat Dzul HulaifahMasjid Miqat Dzul Hulaifah dibangun pada masa pemerintahan Umar Bin Abdulaziz ketika beliau menjabat sebagai gubernur al-Madinah al-Munawwarah dari tahun 706 hingga 711. Masjid ini dibangun kembali pada masa Abbasiyah dan awalnya berukuran kecil, dibangun dari batu bata lumpur dan batu. Para peziarah dan mereka yang melaksanakan umrah merasa tidak nyaman selama musim-musim tertentu, sehingga Raja Faisal Bin Abdulaziz Al Saud memerintahkan renovasi dan perluasan masjid. Perkembangan Miqat Dzul HulaifahMiqat Dzul Hulaifah dibangun kembali di atas lahan seluas sekitar 178.000 m², meliputi masjid dan fasilitas pelayanan terkait. Struktur modern terdiri dari dua kelompok lengkungan yang dipisahkan oleh halaman seluas sekitar seribu m². Lengkungan-lengkungan tersebut memiliki lengkungan yang berujung pada kubah panjang, mencapai ketinggian enam belas meter di atas tanah. Masjid itu sendiri dibangun berbentuk persegi, meliputi area seluas enam ribu meter persegi, dan dapat menampung tujuh ribu jamaah. Masjid ini memiliki sekitar lima ratus toilet, beserta area khusus untuk ihram, wudhu, dan mandi, serta tempat parkir. Selain itu, dibangun juga pasar untuk memenuhi kebutuhan para peziarah dan jamaah umrah, dan sebuah menara setinggi enam puluh dua meter dengan tangga spiral juga dibangun. Masjid ini dibangun dengan desain arsitektur yang khas, dengan mempertimbangkan penanaman ruang hijau dan pepohonan untuk membantu mengurangi suhu, terutama selama bulan-bulan musim panas. Kalau kamu pergi untuk umrah dan melalu Madinah Al Munawwarah, maka di Du Hulaifah lah kamu mesti berihram dan berniat. Mau perjalanan umrah mu berkesan, rancanglah brsama tim #esyumroh.id #easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu
-
BisnisLAYANAN 'TANAQQUL': PEMESANAN KURSI DORONG DARI HOTEL
Lutfi MB- admin easyumroh 07-04-2026 03:03Peningkatan layanan demi kemudahan para jamaah umrah dan haji di Masjidil Haramterus menerus dilakukan oleh otoritas pengelola Masjidil Haram. Kali ini, Otoritas Umum Urusan Haramain meluncurkan sebuah layanan inovatif yang memungkinkan jamaah umrah memesan kursi dorong dengan pendamping langsung dari hotel tempat mereka menginap. “Tanaqqul.” adalah platform digital yang memungkinan para jamaah yang membutuhkan kursi dorong bisa melakukan hal itu. Layanan ini dibuat untuk meningkatkan pengalaman para tamu Allah dan memudahkan akses ke fasilitas tanpa perlu mendatangi titik tertentu di halaman masjid. Pesanan secara otomatis dialokasikan kepada salah satu pegawai resmi. Pegawai itu akan merespon, yang kemudian berangkat ke hotel untuk menjemput jamaah dan mendampingi mereka menunaikan ibadah dengan tenang dan nyaman. Layanan ini juga menghadirkan fleksibilitas. Ia menawarkan berbagai pilihan sesuai kebutuhan fisik dan keterbatasan waktu jamaah. User dapat menentukan jenis ibadah yang diinginkan: apakah hanya tawaf atau umrah penuh, artinya layanan yang mencakup tawaf dan sa’i. Dengan layanan ini jamaah yang memenag membutuhkan bisa mengurangi kelelahan fisik dan pihak otorita bisa mengatur arus kereta dorong di jalur khusus di Masjidil Haram, sehingga pergerakan tetap lancar meskipun pada waktu-waktu padat. Ada dua jalur jalur perjalanan yang bisa dipilih bagi pengguna layanan ini. Pilihan dilakukan saat pemensanan layanan dengan aplikasi tanaqul. Jalur pertama adalah “satu arah”, artinya jamaah dijemput dari hotel, didampingi untuk melakukan ibadah dan selesai setelah ibadah ditunaikan di dalam haram. Berakhir di masjidil Haram. Jalur kedua adalah “dari hotel ke kembali ke hotel,” yang mencakup pendampingan penuh sejak keberangkatan dari hotel, pelaksanaan ibadah, hingga kembali lagi ke penginapan. Dengan rute-rute yang terancang ini bisa membantu menghemat waktu jamaah dan mencegah kepadatan di pintu masuk dan keluar utama Masjidil Haram. Inisiatif ini memang diinspirasi dan ditujukan terutama untuk lansia dan penyandang disabilitas. Dengan otomatisasi prosedur diharapkan standarisasi pelayanan, lebih mudah dan jelas. Dengan sistem digital seperti ini memungkinkan jamaah untuk melakukan pemilihan tanggal, pilihan hotel, serta pembayaran digital secara langsung. Mudah tanpa ribet. Transformasi teknologi dalam layanan kursi dorong ini menunjukkan semakin tingginya perhatian pihak otoita pengelola terhadap kenyamanan para tamu Allah, dengan menyediakan pengalaman mobilitas yang terorganisir sehingga jamaah tidak perlu lagi mencari penyedia layanan di lapangan.Kalau Kamu ingin merasakan sensasi layanan ini, rancang saja perjalanan umrahmu bersama tim #easyumroh.id #easy umroh memudahkan perjalalan umrahmu
-
BisnisMASJID AL FASH, TEMPAT SHALAT NABI SAAT PERANG UHUD
Lutfi MB- admin easyumroh 05-03-2026 07:07 Masjid al-Fash (الفسح) adalah masjid yang terkait erat dengan peristiwa pertempuran Uhud. Masjid ini terletak di kaki Gunung Uhud di belakang, atau di sebelah utara, zona pertempuran Uhud, sekitar 700-800 meter jauhnya.Sudah menjadi fakta yang diketahui umum bahwa sebagai manuver strategis, Nabi menempatkan para pejuang Muslim sedemikian rupa sehingga mereka menghadap Madinah sementara punggung mereka menghadap perbukitan Gunung Uhud. Dengan demikian, pasukan musuh berdiri di antara kaum Muslim dan Madinah. Berdasarkan referensi dari Umar bin Shibbah al-Basri (wafat 876) dalam buku pentingnya tentang sejarah Madinah "Tarikh al-Madinah al-Munawwarah." Penulis menulis bahwa Nabi shalat di sebuah masjid kecil yang menempel di Gunung Uhud (terletak di kaki gunung). Masjid itu berada di sisi kanan para pengunjung yang datang dari medan perang Uhud. Umar bin Shibbah tanpa menyebutkan nama Masjidnya. Para sejarawan selanjutnya sepakat bahwa masjid yang dimaksud adalah masjid al-Fash.Masjid ini pertama kali dibangun oleh gubernur Umayyah Madinah, Umar bin 'Abd al-Aziz. Setelah selesainya proyek perluasan bersejarah masjid Nabi atas perintah khalifah Umayyah di Damaskus, al-Walid bin 'Abd al-Malik, Gubernur Umar bin 'Abd al-Aziz meminta penduduk Madinah untuk menunjukkan kepadanya masjid-masjid kuno dan tempat-tempat di mana Nabi pernah shalat.Kemudian di setiap lokasi tersebut, beliau membangun sebuah masjid dengan batu-batu berukir dan identik; artinya, ia melembagakan dan mengabadikan tempat-tempat dan masjid-masjid tersebut dengan tujuan untuk memudahkan akses kunjungan. Salah satu tempat yang kemudian diperhatikan secara arsitektur adalah masjid al-Fash. Yang pada masa Umar bin Shibbah, pada abad ketiga Hijriyah,masjid tersebut tampaknya masih berdiri dan dalam kondisi yang dapat digunakan. Itu kurang dari dua abad setelah pembangunan pertama masjid tersebut.Di samping masjid, ke arah kiblat (selatan) yang menghadap Mekah, terdapat di gunung sebuah tempat yang diukir, atau dilubangi, seukuran kepala manusia. Orang-orang percaya bahwa Nabi pernah duduk di atas batu di bawah tempat itu, menyandarkan kepalanya di tempat ukiran tersebut. Di sana luka-lukanya konon dibasuh. Di sebelah utara masjid - yang merupakan kebalikan dari tempat sebelumnya - terdapat sebuah gua sekitar 150 meter di atas gunung. Diduga Nabi pernah memasuki gua tersebut setelah beliau dan kaum Muslimin mundur dari medan perang Uhud. Namun, Jamaluddin al-Matari menyimpulkan bahwa kedua kepercayaan tersebut tidak benar. Itu hanyalah cerita rakyat. Memang, ada sebuah gua di dekatnya dan sebuah tempat yang konon diukir di dekat masjid, tetapi itu ada secara kebetulan. Masyarakat umum mulai mengaitkan hal-hal tersebut dengan Nabi karena ketidaktahuan dan iman mereka yang lemah. Itulah salah satu alasan mengapa dalam bukunya "Wafa' al-Wafa" - yang sejauh ini merupakan referensi terbesar dan paling dapat diandalkan tentang sejarah Madinah - al-Samahudi tidak menyebutkan salah satu dari dua kekeliruan tersebut ketika ia berbicara tentang masjid al-Fash. Saat ini, masjid tersebut sebagian berada dalam reruntuhan, meskipun sebagian telah direnovasi. Hanya tersisa jejak denah dasarnya. Dinding kiblat selatan berada dalam kondisi yang lebih baik daripada dinding lainnya, dengan ketinggian sekitar dua meter. Akibatnya, mihrab atau ceruk tempat berdoa yang relatif kecil dan dangkal juga terlihat jelas. Dinding kiblat sangat tebal sehingga menempatkan mihrab ke dalamnya tidak memerlukan tonjolan di bagian luar, seperti yang selalu terjadi pada dinding kiblat yang tipis.Ketebalan dinding memperkuat kekokohannya, yang tanpa diragukan lagi berkontribusi pada umur panjangnya dibandingkan dengan dinding lainnya. Masjid ini dibangun dalam bentuk persegi panjang, dengan panjang sekitar enam meter dan lebar empat meter.Dindingnya tebal, tetapi ketebalannya bervariasi. Dinding kiblat adalah yang paling tebal, sekitar 1,1 meter, sedangkan dinding lainnya sekitar 0,8 meter tebalnya. Masjid ini dibangun dari batu lava gelap Madinah yang terkenal.Sisa-sisa arsitektur masjid ini kemungkinan besar berasal dari periode sejarah Utsmaniyah atau Ottoman di Madinah. Hal ini dapat didukung oleh fakta bahwa sejarawan pra-Utsmaniyah abad pertengahan umumnya menyoroti kondisi masjid yang rusak. Sedangkan sejarawan periode Utsmaniyah tidak mengikuti hal tersebut. Sebaliknya, mereka berbicara tentang masjid sebagai entitas yang masih ada, bahkan terkadang menyiratkan kondisi arsitektur yang layak.Baru-baru ini, ada upaya resmi yang bertujuan untuk memulihkan masjid dan menghidupkan kembali kejayaannya. Yang bertanggung jawab atas inisiatif ini adalah Otoritas Pengembangan Wilayah Al Madinah. Rencana tersebut merupakan bagian dari usaha besar yang berupaya untuk mengembangkan kembali dan merehabilitasi situs-situs bersejarah Islam di Madinah.Pekerjaan tersebut meliputi pelestarian sisa-sisa masjid, memperindah dan memasang paving di sekitarnya, serta membuat kanopi kayu yang memberikan naungan dan mempercantik area tersebut. Kanopi tersebut ditopang oleh delapan tiang kayu persegi, empat di sisi kanan dan empat di sisi kiri. Masjid ini disebut al-Fash, yang berarti "memberi tempat", "membuka jalan bagi". Alasan mengapa masjid ini disebut demikian tidak diketahui. Namun, banyak orang percaya bahwa nama masjid ini ada hubungannya dengan turunnya ayat Al-Qur'an berikut:"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diperintahkan: 'Berilah jarak di antara kamu dalam perkumpulan-perkumpulanmu,' maka berilah jarak, maka Allah akan memberi jarak bagi kamu. Dan apabila kamu diperintahkan: 'Bangunlah,' maka bangunlah, maka Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu secara bertahap. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan" (al-Mujadilah, 11).Ada yang mengklaim bahwa alasan turunnya ayat ini adalah suatu peristiwa yang terjadi di lokasi masjid, kemungkinan besar bersamaan dengan peristiwa perang Uhud, tapi bagaimanapun juga hal ini ternyata tidak benar. Tidak ada penafsir Al-Qur'an, maupun sejarawan terpercaya, yang menganut pendapat tersebut. Masjid ini kadang-kadang juga disebut masjid Uhud, yang jelas alasannya. Masjid ini dibangun di kaki Gunung Uhud, hampir menyatu dengan gunung tersebut. Bahan bangunan utamanya adalah batu gelap Madinah yang terkenal, beberapa di antaranya kemungkinan besar diambil dari tambang di atau dekat Gunung Uhud. Dengan demikian, dalam hal panduan dan dukungan lingkungan, masjid dan lanskap Uhud selaras satu sama lain. Mereka menyatu secara organik. Mereka seperti satu kesatuan; yang tentunya menjadi pelajaran tentang keberlanjutan dan pembangunan berkelanjutan. Saat kamu umrah dan berziarah ke makam Syuhada Uhud, adalah baik mengunjungi Masjid Fash. Bersama easyumroh.id pejalanan umrahmu jadi mudah dan penuh kesan. #easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu