LARANGAN-LARANGAN SAAT UMRAH
by Lutfi MB- admin easyumroh | 17-01-2026 07:07
Setiap yang melakukan umrah tentu menginginkan
pelaksanaan yang benar dan sempurna. Untuk mencapai itu diperlukan ilmu tentang
apayang disyariatkan dalam ibadah tersebut. Umrah memiliki serangkaian rukun dan syarat
yang harus dipenuhi. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai larangan yang
harus dipatuhi oleh jemaah untuk dapat mencapai ibadah yang maqbul (diterima). Berikut
adalah larangan yang harus dipatuhi jika
kamu dalam keadaan ihram.
1. Meninggalkan Wajib Ibadah Umrah
Larangan pertama adalah meninggalkan
wajib dalam umrah. Wajib umrah adalah rangkaian yang harus dikerjakan. Wajib umrah
adalah Berihram dari miqat.
Jika jemaah meninggalkannya
kewajiban ini, maka jemaah tersebut harus membayar damm, yaitu menyembelih satu ekor kambing sebagai fidiah.
2. Mencukur Rambut Di Seluruh Badan
Mencukur rambut, baik itu rambut
kepala, bulu ketiak, bulu kemaluan, kumis, maupun jenggot, merupakan
pelanggaran saat melaksanakan ibadah haji dan umroh. Jemaah yang melanggar ini
wajib membayar fidiah, yang bisa berupa puasa, memberi makan kepada fakir miskin,
atau menyembelih hewan kurban. Larangan ini terdapat dalam Al-Qur’an:
فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن
رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ
“Jika ada di antaramu yang sakit atau ada
gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidiah,
yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkurban.” (QS. Al-Baqarah: 196).
3. Menggunting Kuku
Menggunting kuku juga dilarang
selama jemaah berada dalam kondisi ihram. Sama seperti larangan mencukur
rambut, tujuan dari larangan ini adalah menjaga kondisi ihram dan simbolisme
kesucian yang harus dipertahankan selama ibadah. Pelanggaran terhadap larangan
ini juga mengharuskan jemaah membayar fidiah seperti yang telah dijelaskan di
atas.
4. Menutup Kepala bagi Laki-Laki dan
Menutup Wajah bagi Perempuan
Laki-laki yang sedang ihram dilarang
menutup kepala mereka dengan topi, sorban, atau benda lainnya. Di sisi lain,
perempuan dilarang menutup wajah mereka dengan cadar atau niqab.
Hal tersebut disabdakan oleh Nabi
Muhammad shallalhu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar
r.a., ia berkata: seseorang berkata kepada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, pakaian apa yang Anda
perintahkan kepada kami dalam berihram? Lalu nabi bersabda: Janganlah kalian
memakai kemeja, celana pendek, serban, dan seorang wanita yang berihram tidak
memakai cadar dan tidak memakai sarung tangan”. (HR. Bukhori: 1741)
5. Mengenakan Pakaian Berjahit yang
Menampakkan Bentuk Lekuk Tubuh bagi Laki-Laki
Laki-laki harus mengenakan pakaian
ihram yang terdiri dari dua lembar kain yang tidak berjahit, selama ihram. Mengenakan
pakaian berjahit yang menampakkan lekuk tubuh seperti baju, celana, atau
sepatu, dilarang. Pakaian ihram yang sederhana mengingatkan jemaah akan
persamaan di hadapan Allah, tanpa memandang status sosial atau kekayaan.
6. Menggunakan Harum-Haruman
Penggunaan parfum atau harum-haruman
dilarang selama ihram. Larangan ini termasuk tidak hanya pada tubuh tetapi juga
pada pakaian dan barang-barang lain yang digunakan jemaah. Jika menghendaki,
jemaah haji dan umroh dapat memakai parfum sebelum mereka mengenakan pakaian
ihram. Dari hadis yang disampaikan oleh Aisyah radhiallahu anha, dia berkata: “Aku
pernah memberi wewangian pada Rasulullah untuk ihramnya, sebelum berihram dan
untuk tahalulnya (setelah melempar jamrah aqabah dan mencukur) sebelum beliau
tawaf ifadhah keliling Ka’bah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pelanggaran terhadap aturan ini mengharuskan
jemaah membayar fidiah sebagai bentuk penebusan.
7. Memburu Hewan Darat yang Halal
Dimakan
Jemaah haji ataupun umrah dilarang
berburu atau membunuh hewan darat yang halal dimakan selama dalam ihram. Hal
tersebut berdasarkan pada surah Al-Maidah ayat 96:
“Dihalalkan
bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai
makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan
diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram.
Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.”
Hewan yang tidak termasuk dalam
larangan ini adalah hasil tangkapan air dan hewan yang diperintahkan untuk
dibunuh seperti kalajengking dan tikus. Pelanggaran terhadap aturan ini
mengharuskan jemaah membayar fidyah jaza’ atau semisalnya.
8. Melakukan Khitbah dan Akad Nikah
Melamar ( khitbah) dan akad nikah
selama ihram dilarang karena ibadah haji dan umroh seharusnya menjadi waktu
untuk konsentrasi penuh pada Allah dan ibadah. Jika jemaah melanggar larangan
ini, maka akad nikah tersebut tidak sah dan harus diulang setelah keluar dari
ihram, karena akadnya dinilai cacat. Tetapi, tidak ada fidiah terhadap larangan
ini.
9. Jima’ (Hubungan Intim)
Melakukan hubungan intim (jima’)
selama ihram adalah pelanggaran berat. Jika hubungan intim
dilakukan sebelum tahalul awal (sebelum melempar jamrah aqabah), maka ibadah
haji dianggap batal, tetapi tetap harus diselesaikan. Tebusannya, pelanggar
harus menyembelih seekor unta dan memberikannya kepada orang miskin di Tanah
Suci. Jika tidak mampu, harus berpuasa selama sepuluh hari. Jika dilakukan
setelah tahalul awal (dalam haji),
hajinya tidak batal tetapi jemaah harus berihram kembali dan menyembelih seekor
kambing sebagai fidiah.
10. Mencumbu Istri di Selain
Kemaluan
Mencumbu istri selama ihram juga
dilarang, meskipun selain di kemaluan. Jika tindakan ini menyebabkan keluarnya
mani, jemaah harus menyembelih seekor unta sebagai fidiah. Jika tidak keluar
mani, cukup dengan menyembelih seekor kambing. Tindakan ini tidaklah membatalkan
ibadahnya namun dapat merusak kesucian ihram dan menghindari godaan duniawi
yang dapat mengganggu konsentrasi ibadah.
Itulah
penjelasan tentang beberapa larangan saat
umroh, mulai dari meninggalkan yang wajib, mencukur rambut, melakukan khitbah,
hingga mencumbu istri menjadi bagian penting dari menjaga kesucian serta
kelancaran ibadah. Dengan memahami dan menghindari larangan-larangan tersebut, Kamu
dapat menjalankan ibadah dengan penuh khusyuk. Selain mematuhi larangan,
penting juga bagi setiap jemaah untuk mengetahui hak dan kewajiban, termasuk
mengenai fidyah yang harus dibayarkan jika terjadi pelanggaran. Hal ini akan
memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan tetap berada dalam koridor
syariah yang benar.
Untuk informasi lebih lanjut dan info terkini tentang umrah
mandiri dan komponennya serta perencanaan dan pengaturan perjalanannya, Kamu
bisa dapatkan di #easyumroh.id
Easy umroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu