WADI URANAH SAKSI KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH ﷺ
Tips & tricks

WADI URANAH SAKSI KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH ﷺ

by Lutfi MB- admin easyumroh | 21-05-2026 07:07

Wadi Uranah (bahasa Arab: عرنة وادي) adalah sebuah lembah yang terletak di wilayah Mekkah, tepat di depan Masjid Namirah. Terletak di luar Arafah dan di luar kawasan suci Haram, lembah ini merupakan bagian dari Hil.

Al-Hil (bahasa Arab: الحل) adalah wilayah antara batas Mawaqit (tempat miqat) dan batas Haram. Kota-kota seperti Jeddah, Khulais, al-Janun, dan Taneem semuanya terletak di wilayah ini. Para jamaah haji atau umrah yang tinggal di atau melewati al-Hil harus memasuki keadaan ihram sebelum melewati batas Haram.

 

 Lembah Uranah ini memiliki nilai sejarah penting sebagai tempat di mana khutbah perpisahan Nabi ﷺ disampaikan selama ibadah haji terakhirnya.

 

Pada Hari Arafah, selama Haji Wada’ (Haji Perpisahan), Nabi ﷺ tinggal di sebuah tenda di Namirah. Istri-istri Beliau juga berkemah di tenda-tenda di sekelilingnya. Saat matahari terbenam, Beliau memanggil unta betinanya, al-Qaswa. Kemudian dengan menunggang unta itu Beliau menuju ke bagian dalam Wadi Uranah, tempat dimana para sahabatnya dapat berkumpul di sekelilingnya. Beliaupun sampai di dasar lembah. Dengan tetap duduk di atas untanya, Nabi ﷺ menyampaikan khutbah yang sangat dahsyat kepada para sahabatnya. Khutbah ini kemudian dikenal sebagai Khutbatul-Wada’ (Khutbah Perpisahan).

Saat ini, sebuah masjid, Masjid Namirah sebutannya, berdiri di daerah ini. Bagian depan masjid yang membentang di luar batas Arafah, adalah tempat Nabi ﷺ menyampaikan khutbah dan kemudian menggabungkan shalat Dhuhur dan Asar setelahnya.

Setelah menjamak shalat Dhuhur dan Asar ditempat itu, Nabi ﷺ melanjutkan perjalanan ke Arafah dan melakukan wuquf (berdiam) di sana.

Ada larangan dari Nabi ﷺ berkaitan dengan tempat ini (Wadi Uranah).  Nabi Muhammad ﷺ melarang melakukan wuquf di sana pada Hari Arafah saat ibadah haji, karena tempat itu merupakan garis pemisah antara Arafah dan Mekkah.

Beliau bersabda:

Seluruh Arafah adalah mawaqif (tempat wuquf), kecuali bagian tengah Uranah, dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri, kecuali bagian tengah Muhassir.

[Diriwayatkan dalam Muwatta’ Malik]

 

Kisah Ekspedisi Abdullah ibn Unais.

Lembah ini juga dikenal sebagai lokasi ekspedisi Abdullah ibn Unais pada tahun 4 H (625 M). Menanggapi laporan yang menyatakan bahwa Khalid ibn Sufyan sedang merencanakan serangan terhadap Madinah dan menghasut permusuhan terhadap kaum Muslim di Nakhlah atau Uranah. Nabi ﷺ mengutus Abdullah ibn Unais untuk mengatasinya.

Abdullah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memanggilnya, seraya berkata:

Aku telah menerima informasi bahwa Khalid ibn Sufyan al-Hudhali telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang Madinah. Dia sekarang berada di Uranah atau Nakhla. Pergilah ke sana dan bunuh dia. Setelah bertemu dengannya, kamu akan merasakan gemetar.

Abdullah bin Unays mengenang:

Setelah sampai di tempat Khalid, ia bertanya sambil menunjuk saya, ‘Siapakah orang ini?’  

Saya menjawab, ‘Saya seorang Arab dari suku Banu Khuzaymah yang telah mendengar tentang persiapan Anda melawan Rasulullah ﷺ.’

Khalid menegaskan niatnya dan mengundang saya ke tendanya, di mana ia menawarkan saya susu untuk diminum. Kemudian ia menyuruh saya beristirahat di tenda sebelahnya. Malam itu juga, saya memasuki tendanya dan menyelesaikan tugas untuk melenyapkannya. Setelah itu saya berlindung di sebuah gua, dan diam-diam kembali ke Madinah.

Setelah tiba, Rasulullah ﷺ berkata, ‘Kamu telah menyelesaikan misimu dengan sukses.’

 

Kemudian Nabi ﷺ memberinya hadiah berupa tongkatnya, seraya menyatakan:

Ini akan menjadi tanda antara kamu dan aku pada Hari Kiamat.

 

Setelah Abdullah bin Unays wafat, ia memerintahkan agar tongkat itu dikuburkan bersamanya, dibungkus dengan kain kafannya.

 

Saat menunaikan umrah kamu akan diajak untuk mengunjungitempat tempat semacam ini, agar mengetahui sejarah besar dan keagungan agama Allah.

Susun rencana perjalanan umrahmu bersama tim easyumroh.id untuk memperoleh kenangan lebih berkesan.


#Easy Umroh - memudahkan perjalanan umrahmu

 

Kisah ini didokumentasikan dalam kitab “Akhbaar Makkah” karya Faakihi, karya Ibn Hisham (Jilid 1, hal. 640) dan “Ma’aalim Makkah” (hal. 184).


Olivia Rhye

Admin easyUmroh

Admin

Baca Juga
LIHAT SEMUA
Segera Hubungi Kami