Umroh Lebih Mudah Bersama easyUmroh.id
Mitra: Durub Aliman
| Pax | Harga |
|---|
Harga termasuk service:
- Handling bandara pada saat kedatangan maupun kepulangan (JED/MED).
- Tipping porter bandara saat kedatangan maupun kepulangan (JED/MED).
- Satu paket informasi berbentuk amplop berlogo travel yang akan diserahkan kepada Tour Leader saat tiba di hotel, berisi : • Kunci kamar masing-masing jamaah. • Username dan password Wi-Fi hotel. • Informasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Riyal. • Jadwal waktu salat di Makkah dan Madinah. • Informasi lantai restoran atau ruang makan jamaah.
- Handling hotel di Madinah dan Makkah, meliputi : • Pemeriksaan kamar. • Pengambilan kunci. • Penyerahan kunci. • Pengaturan koper jamaah. • Pengurusan tipping bellman hotel pada saat kedatangan dan kepulangan.
- Tipping supir bus.
- Tipping Muassasah.
- Nasi box sebanyak 2 kali pada saat kedatangan dan kepulangan.
- Snack box sebanyak 4 kali pada saat city tour di Madinah dan Makkah, perjalanan Madinah–Makkah, serta Makkah–bandara.
- Air Zam-Zam 5 liter.
- Monitoring dan kontrol dengan pihak terkait di Saudi (Muassasah, bus, hotel).
- Layanan hotline call center 24 jam. Catatan : • Pada saat kepulangan di bandara, nasi box diganti dengan Ayam Albaik dengan tambahan biaya SAR 15 per orang. • Penambahan Ayam Albaik dikenakan biaya SAR 25 per orang.
* Untuk satu orang Muthowif, maksimal mendampingi jamaah umroh sebanyak 25 orang/pax
* Keterangan harga yang tercantum adalah harga jasa muthowif per hari
Konsultasikan Rencana Umroh Anda!
Wujudkan ibadah umroh yang khusyuk dan mudah bersama easyUmroh.id
Kami memahami bahwa setiap langkah menuju Baitullah adalah perjalanan suci yang memerlukan persiapan matang. Dengan pengalaman puluhan tahun membimbing ribuan jamaah, tim kami siap membantu Anda menyusun rencana umroh yang sesuai kebutuhan spiritual dan kemampuan finansial Anda.
BERITA
Berita dan Informasi
Informasi pilihan dan penting yang dipublikasikan oleh easyUmroh, sehingga bisa menjadi referensi bagi para jamaah Umroh atau calon jamaah Umroh, dalam memperkaya khasanah informasi seputar Ibadah Umroh, dan informasi pundukung lainya di sekitar Mekah dan Madinah.
-
Tips & tricksMAQAM IBRAHIM
Lutfi MB- admin easyumroh 25-06-2026 04:04Maqam IbrahimHampir semua Umat Islam, terutama mereka yang pernah mengunjungi Ka’bah, akrab dengan sebutan maqam Ibrahim. Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang masih beranggapan salah dengan mengira bahwa Maqam Ibrahim merupakan makam atau kuburan Nabi Ibrahim Alaihissalam.Padahal, kata "maqam" ini dalam bahasa Arab yang berarti tempat berdiri atau tempat berpijak, bukan kuburan. Maqam Ibrahim adalah batu bersejarah tempat Nabi Ibrahim Alaihissalam berpijak saat membangun Ka'bah. Terletak sekitar 9 meter di timur Ka'bah, batu ini menampilkan jejak kaki beliau dan diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai lokasi yang diberkahi untuk mendirikan salat.Batu tersebut berukuran relatif kecil dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Pada permukaannya terdapat dua cekungan yang diyakini sebagai bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS, masing-masing sedalam sekitar 10 sentimeter dan 9 sentimeter. Menurut riwayat dari Said bin Zubair, batu ini digunakan oleh Nabi Ibrahim saat beliau berdiri dan membangun Ka'bah bersama Nabi Ismail. Sejarawan Al-Kurdi mencatat bahwa meskipun tingginya hanya sekitar 20 cm, batu ini dapat naik dan turun dengan mukjizat Allah Swt. sesuai kebutuhan Nabi Ibrahim. Ketika satu sisi bangunan selesai, batu ini dipindahkan ke sisi lainnya hingga seluruh tembok Ka'bah berdiri kokoh. Batu ini digunakan sebagai pijakan bergerak oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat meninggikan dinding Ka'bah. Atas kekuasaan Allah, batu tersebut menjadi lembut sehingga meninggalkan bekas telapak kaki Ibrahim yang masih terlihat jelas hingga kini.Setelah pembangunan selesai, Allah Azza wa Jalla memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar menunaikan ibadah haji, sebuah panggilan yang konon disampaikan dari atas Maqam Ibrahim ini. Dalam Al Quran di surat Ali Imran ayat 96-97 disebutkan hal itu, yang artinya:“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu2 mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” Sebagai bentu syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Ibrahim Alaihissalam disebut melaksanakan shalat dua rakaat ditempat itu, setelah menyelesaikan meninggikan Ka'bah. Karena itu, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Perintah tersebut termaktub dalam firman-Nya:"Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat" (QS Al-Baqarah: 125).Berdasarkan ayat ini, jamaah yang telah menyelesaikan tujuh putaran tawaf dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila kondisi memungkinkan.Maqam Ibrahim menjadi salah satu tempat yang dihormati di Masjidil Haram, Makkah. Umat Islam yang menunaikan haji dan umroh selalu menyempatkan diri untuk berdoa dan melaksanakan salat sunnah di sekitar Maqam Ibrahim. Dalam sejarahnya, posisi Maqam Ibrahim tidak selalu berada di lokasi seperti sekarang.Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, Maqam Ibrahim digeser sedikit ke arah timur untuk mengakomodasi semakin banyaknya jamaah yang datang ke Masjidil Haram. Kebijakan tersebut diambil agar jamaah yang sedang bertawaf tidak terganggu oleh jamaah yang melaksanakan shalat di sekitar Maqam Ibrahim, sehingga kedua ibadah tersebut dapat berlangsung dengan lebih tertib dan nyaman. Awalnya, Maqam Ibrahim dibiarkan terbuka tanpa pelindung apa pun. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan struktur yang lebih permanen dan melindunginya muncul. Pada masa Kesultanan Utsmaniyah, dibangunlah sebuah bangunan pelindung khusus yang dilengkapi dengan kanopi di bagian belakang yang menjorok ke arah Maqam Ibrahim, sehingga menciptakan ruang di bawahnya bagi orang-orang untuk melaksanakan salat. Struktur awal ini didirikan pada tahun 810 H (1408 M). Seiring waktu, bangunan tersebut mengalami pemugaran dan renovasi yang dilakukan oleh berbagai sultan serta dermawan lainnya. Pada bulan Rajab 1387 H (November 1967 M), pemerinta Kerajaan Saudi Arabia membongkar struktur tersebut dan menggantinya dengan bangunan pelindung yang lebih kecil—bentuk yang dapat kita lihat hingga saat ini. Batu berbentuk kotak tersebut kini dilindungi oleh struktur bangunan kecil berlapis kaca dan logam.Di tengah berbagai peristiwa sejarah, peperangan, dan pergantian zaman yang telah berlangsung selama ribuan tahun, batu tersebut tetap terlindungi dan menjadi bagian penting dari syiar Islam di Tanah Suci.Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa Maqam Ibrahim merupakan salah satu dari tiga batu yang diturunkan Allah dari surga. Dua batu lainnya adalah Hajar Aswad dan batu yang pernah digunakan oleh Bani Israil. Keberadaan Maqam Ibrahim yang tetap terjaga hingga sekarang dipandang oleh banyak ulama sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Meskipun peningkatan jumlah jemaah setiap tahunnya selalu memadati situs ini, pemerintah Arab Saudi terus berusaha menjaga kelestarian situs ini agar tetap dapat dikunjungi oleh umat muslim dari seluruh dunia. Maqam Ibrahim memberikan beberapa keutamaan bagi umat muslim, khususnya bagi yang menunaikan ibadah haji ataupunumrah, antara lain: 1. Tempat Salat Sunnah Setelah TawafBerdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 125, umat Islam disunnahkan untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat salat dua rakaat setelah menyelesaikan tawaf. 2. Tempat Mustajab untuk BerdoaMakam Ibrahim juga diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa. 3. Simbol Keagungan dan KemuliaanAllah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan Maqam Ibrahim, menjadikannya sebagai salah satu situs yang penting bagi umat muslim di Makkah.Pemerintah dan pengurus Masjidil Haram juga diberi kemampuan merawat tempat ini dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Islam. Jemaah yang berkunjung juga merasa tertarik untuk melihat, mengunjungi, dan beribadah di depan Makam Ibrahim sebagai wujud penghormatan mereka. 4. Saksi Pembangunan Ka'bahMakam Ibrahim bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol dari proses pembangunan Ka'bah. 5. Pengingat Ketekunan dan KetaatanBagi yang melihat atau beribadah di depan Makam Ibrahim, tempat ini menjadi pengingat akan ketekunan dan ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan amanah Allah.Batu yang mengandung jejak kaki Nabi Ibrahim itu mengingatkan umat Islam akan dedikasi beliau bersama Nabi Ismail dalam menaati perintah Allah Swt, sebuah warisan yang tetap hidup hingga kini. Kisah beliau menjadi teladan yang inspiratif, mendorong umat Islam untuk lebih kuat dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah Yang Mahasuci. Maqam Ibrahim memiliki tempat khusus dalam hati umat muslim di seluruh dunia. Selain sebagai bagian dari sejarah Islam yang kaya, tempat ini juga menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan keimanan Nabi Ibrahim yang tidak tergoyahkan. Ibadah di depan Maqam Ibrahim merupakan bentuk penghormatan yang mendalam, menghubungkan para jemaah dengan salah satu nabi yang paling dicintai dalam sejarah agama Islam. Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam memahami Maqam Ibrahim secara proporsional. Bagi kamu yang ingin melakukan umrah mandiri atau ingin mengatur perjalanan ibadahmu lebih privat, kamu bisa mengaturnya dengan Tim Easy Umroh di easyumroh.id dan bicarakan rencanamu. #Easy Umroh : Jalan Mudah Menuju Baitullah
-
Tips & tricksDIGILTALISASI PETA HARAMAIN, KINI INFORMASI DAN NAVIGASI DALAM GENGGAMAN ANDA
Lutfi MB- admin easyumroh 02-06-2026 03:03Kerajaan Arab Saudi terus menerus meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah di dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Peningkatan layanan ini unutk kemudahan dan keamanan jamaah. Otoritas Haramain kini telah menghadirkan peta interaktif digital untuk membantu pengunjung menemukan lokasi secara akurat. Jamaah dapat mengakses layanan ini langsung melalui ponsel, sehingga mereka tidak lagi kebingungan di area yang luas. Otoritas Haramain telah memperkenalkan sistem navigasi digital berbasis QR code. Jamaah dapat memindai kode yang tersedia di berbagai titik Masjidil Haram untuk mengetahui posisi mereka secara akurat. Jamaah segera akan terhubung dengan peta digital. Peta interaktif tersebut membantu jamaah menemukan berbagai fasilitas penting di dalam masjid. Sistem ini, utamanya akan memudahkan jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah sehingga mereka tidak tersesat saat mencari lokasi tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya. Sistem ini menampilkan posisi pengguna secara real-time. Fitur di aplikasi tersebut akan bermanfaat bagi jamaah untuk menentukan arah dengan tepat. Solusi ini sangat berguna, terutama saat kepadatan meningkat karena jutaan pengunjung datang dari berbagai negara.Dengan peta interaktif tersebut berbagai rute menuju lokasi utama di Haramain akan mudah ditemukan. Jamaah dapat memilih jalur terbaik untuk menuju Ka’bah di Masjidil Haram maupun Raudhah di Masjid Nabawi. Sistem navigasi pada aplikasi tersebut akan membimbing pengguna langkah demi langkah hingga sampai ke tujuan. Otoritas telah menyesuaikan jalur tersebut dengan rute resmi. Hal ini untuk menjaga pergerakan jamaah tetap tertib, aman, dan terarah. Dengan demikian, pengalaman ibadah menjadi lebih nyaman meskipun di tengah keramaian.Tapi sebentar, peta digital ini tidak hanya menampilkan rute perjalanan. didalamnya juga menyediakan informasi penting lainnya, seperti lokasi pintu masuk, area parkir, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. Dengan demikina jamaah dapat langsung menentukan akses terbaik sesuai kebutuhan mereka.Bahkan layanan ini menampilkan lokasi kendaraan dan jalur titik pengambilannya. Fitur ini sangat memudahkan jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas. Mereka dapat berpindah tempat dengan lebih tenang dan efisien.OtoritasHaramain memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas layanan di Dua Masjid Suci.Memang Kerajaan Saudi Arabia termasuk Negara yang melakukan digitlisasi besar-besaran. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan Arab Saudi. Ini menunjukkan komitmen kuat Kerajaan Arab Saudi dalam melayani tamu Allah. Dengan dukungan kemajuan teknologi, jamaah pengunjung duaKota Suci dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertata, aman, dan nyaman.Kalau kamu ingin menikmati kecanggihan pelayanan di dua Kota Suci, rancang perjalannanmu bersama tim easyumroh.id untuk menghadirkan pengalaman lebih berkesan. #easyumroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu
-
Tips & tricksWADI URANAH SAKSI KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH ﷺ
Lutfi MB- admin easyumroh 21-05-2026 07:07Wadi Uranah (bahasa Arab: عرنة وادي) adalah sebuah lembah yang terletak di wilayah Mekkah, tepat di depan Masjid Namirah. Terletak di luar Arafah dan di luar kawasan suci Haram, lembah ini merupakan bagian dari Hil.Al-Hil (bahasa Arab: الحل) adalah wilayah antara batas Mawaqit (tempat miqat) dan batas Haram. Kota-kota seperti Jeddah, Khulais, al-Janun, dan Taneem semuanya terletak di wilayah ini. Para jamaah haji atau umrah yang tinggal di atau melewati al-Hil harus memasuki keadaan ihram sebelum melewati batas Haram. Lembah Uranah ini memiliki nilai sejarah penting sebagai tempat di mana khutbah perpisahan Nabi ﷺ disampaikan selama ibadah haji terakhirnya. Pada Hari Arafah, selama Haji Wada’ (Haji Perpisahan), Nabi ﷺ tinggal di sebuah tenda di Namirah. Istri-istri Beliau juga berkemah di tenda-tenda di sekelilingnya. Saat matahari terbenam, Beliau memanggil unta betinanya, al-Qaswa. Kemudian dengan menunggang unta itu Beliau menuju ke bagian dalam Wadi Uranah, tempat dimana para sahabatnya dapat berkumpul di sekelilingnya. Beliaupun sampai di dasar lembah. Dengan tetap duduk di atas untanya, Nabi ﷺ menyampaikan khutbah yang sangat dahsyat kepada para sahabatnya. Khutbah ini kemudian dikenal sebagai Khutbatul-Wada’ (Khutbah Perpisahan). Saat ini, sebuah masjid, Masjid Namirah sebutannya, berdiri di daerah ini. Bagian depan masjid yang membentang di luar batas Arafah, adalah tempat Nabi ﷺ menyampaikan khutbah dan kemudian menggabungkan shalat Dhuhur dan Asar setelahnya.Setelah menjamak shalat Dhuhur dan Asar ditempat itu, Nabi ﷺ melanjutkan perjalanan ke Arafah dan melakukan wuquf (berdiam) di sana.Ada larangan dari Nabi ﷺ berkaitan dengan tempat ini (Wadi Uranah). Nabi Muhammad ﷺ melarang melakukan wuquf di sana pada Hari Arafah saat ibadah haji, karena tempat itu merupakan garis pemisah antara Arafah dan Mekkah. Beliau bersabda:Seluruh Arafah adalah mawaqif (tempat wuquf), kecuali bagian tengah Uranah, dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri, kecuali bagian tengah Muhassir.[Diriwayatkan dalam Muwatta’ Malik] Kisah Ekspedisi Abdullah ibn Unais.Lembah ini juga dikenal sebagai lokasi ekspedisi Abdullah ibn Unais pada tahun 4 H (625 M). Menanggapi laporan yang menyatakan bahwa Khalid ibn Sufyan sedang merencanakan serangan terhadap Madinah dan menghasut permusuhan terhadap kaum Muslim di Nakhlah atau Uranah. Nabi ﷺ mengutus Abdullah ibn Unais untuk mengatasinya.Abdullah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memanggilnya, seraya berkata:Aku telah menerima informasi bahwa Khalid ibn Sufyan al-Hudhali telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang Madinah. Dia sekarang berada di Uranah atau Nakhla. Pergilah ke sana dan bunuh dia. Setelah bertemu dengannya, kamu akan merasakan gemetar.Abdullah bin Unays mengenang:Setelah sampai di tempat Khalid, ia bertanya sambil menunjuk saya, ‘Siapakah orang ini?’ Saya menjawab, ‘Saya seorang Arab dari suku Banu Khuzaymah yang telah mendengar tentang persiapan Anda melawan Rasulullah ﷺ.’ Khalid menegaskan niatnya dan mengundang saya ke tendanya, di mana ia menawarkan saya susu untuk diminum. Kemudian ia menyuruh saya beristirahat di tenda sebelahnya. Malam itu juga, saya memasuki tendanya dan menyelesaikan tugas untuk melenyapkannya. Setelah itu saya berlindung di sebuah gua, dan diam-diam kembali ke Madinah. Setelah tiba, Rasulullah ﷺ berkata, ‘Kamu telah menyelesaikan misimu dengan sukses.’ Kemudian Nabi ﷺ memberinya hadiah berupa tongkatnya, seraya menyatakan:Ini akan menjadi tanda antara kamu dan aku pada Hari Kiamat. Setelah Abdullah bin Unays wafat, ia memerintahkan agar tongkat itu dikuburkan bersamanya, dibungkus dengan kain kafannya. Saat menunaikan umrah kamu akan diajak untuk mengunjungitempat tempat semacam ini, agar mengetahui sejarah besar dan keagungan agama Allah.Susun rencana perjalanan umrahmu bersama tim easyumroh.id untuk memperoleh kenangan lebih berkesan.#Easy Umroh - memudahkan perjalanan umrahmu Kisah ini didokumentasikan dalam kitab “Akhbaar Makkah” karya Faakihi, karya Ibn Hisham (Jilid 1, hal. 640) dan “Ma’aalim Makkah” (hal. 184).
-
RegulasiSEKILAS TENTANG MIQAT BI’R ALI, DZUL HULAIFAH
Lutfi MB- admin easyumroh 14-04-2026 06:06Miqat Dzul Hulaifah, juga dikenal sebagai 'Abyar Ali,' adalah salah satu lokasi Mawaqit (miqat-miqat) yang harus dilewati oleh mereka yang berniat memasuki Makkah al-Mukarramah untuk Haji atau Umrah untuk mengenakan Ihram dan beniat. Ini adalah Miqat bagi penduduk al-Madinah al-Munawwarah dan mereka yang melawatinya untuk melakukan haji atau umrah. Lokasi Miqat Dzul HulaifahNama " Dzul Hulaifah " diambil dari bentuk kecil tanaman "al-Hulaf" (Elaeagnus) yang banyak terdapat di lokasi tersebut. Nama 'Abyar Ali' juga digunakan karena Khalifah Ali Ibn Abi Talib Radhiallahu anhu memerintahkan penggalian sumur ketika beliau tinggal di Dzul Hulaifah. Lokasi ini juga dikenal sebagai 'Masjid al-Syajarah' (Masjid Pohon) karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berteduh di bawah pohon di tempat ini ketika beliau berangkat untuk Umrah dan saat Haji Perpisahan (Haji wada’). Masjid Miqat terletak di sebelah utara Makkah al-Mukarramah, pada ketinggian 640 m di atas permukaan laut. Masjid ini menghadap sisi barat Lembah al-Aqiq (Wadi al-'Aqiq) di al-Madinah al-Munawwarah. Jaraknya 433 km dari Masjidil Haram di Makkah al-Mukarramah dan sekitar empat belas km dari Masjidil Nabawi di al-Madinah al-Munawwarah. Pembangunan Miqat Dzul HulaifahMasjid Miqat Dzul Hulaifah dibangun pada masa pemerintahan Umar Bin Abdulaziz ketika beliau menjabat sebagai gubernur al-Madinah al-Munawwarah dari tahun 706 hingga 711. Masjid ini dibangun kembali pada masa Abbasiyah dan awalnya berukuran kecil, dibangun dari batu bata lumpur dan batu. Para peziarah dan mereka yang melaksanakan umrah merasa tidak nyaman selama musim-musim tertentu, sehingga Raja Faisal Bin Abdulaziz Al Saud memerintahkan renovasi dan perluasan masjid. Perkembangan Miqat Dzul HulaifahMiqat Dzul Hulaifah dibangun kembali di atas lahan seluas sekitar 178.000 m², meliputi masjid dan fasilitas pelayanan terkait. Struktur modern terdiri dari dua kelompok lengkungan yang dipisahkan oleh halaman seluas sekitar seribu m². Lengkungan-lengkungan tersebut memiliki lengkungan yang berujung pada kubah panjang, mencapai ketinggian enam belas meter di atas tanah. Masjid itu sendiri dibangun berbentuk persegi, meliputi area seluas enam ribu meter persegi, dan dapat menampung tujuh ribu jamaah. Masjid ini memiliki sekitar lima ratus toilet, beserta area khusus untuk ihram, wudhu, dan mandi, serta tempat parkir. Selain itu, dibangun juga pasar untuk memenuhi kebutuhan para peziarah dan jamaah umrah, dan sebuah menara setinggi enam puluh dua meter dengan tangga spiral juga dibangun. Masjid ini dibangun dengan desain arsitektur yang khas, dengan mempertimbangkan penanaman ruang hijau dan pepohonan untuk membantu mengurangi suhu, terutama selama bulan-bulan musim panas. Kalau kamu pergi untuk umrah dan melalu Madinah Al Munawwarah, maka di Du Hulaifah lah kamu mesti berihram dan berniat. Mau perjalanan umrah mu berkesan, rancanglah brsama tim #esyumroh.id #easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu
-
BisnisLAYANAN 'TANAQQUL': PEMESANAN KURSI DORONG DARI HOTEL
Lutfi MB- admin easyumroh 07-04-2026 03:03Peningkatan layanan demi kemudahan para jamaah umrah dan haji di Masjidil Haramterus menerus dilakukan oleh otoritas pengelola Masjidil Haram. Kali ini, Otoritas Umum Urusan Haramain meluncurkan sebuah layanan inovatif yang memungkinkan jamaah umrah memesan kursi dorong dengan pendamping langsung dari hotel tempat mereka menginap. “Tanaqqul.” adalah platform digital yang memungkinan para jamaah yang membutuhkan kursi dorong bisa melakukan hal itu. Layanan ini dibuat untuk meningkatkan pengalaman para tamu Allah dan memudahkan akses ke fasilitas tanpa perlu mendatangi titik tertentu di halaman masjid. Pesanan secara otomatis dialokasikan kepada salah satu pegawai resmi. Pegawai itu akan merespon, yang kemudian berangkat ke hotel untuk menjemput jamaah dan mendampingi mereka menunaikan ibadah dengan tenang dan nyaman. Layanan ini juga menghadirkan fleksibilitas. Ia menawarkan berbagai pilihan sesuai kebutuhan fisik dan keterbatasan waktu jamaah. User dapat menentukan jenis ibadah yang diinginkan: apakah hanya tawaf atau umrah penuh, artinya layanan yang mencakup tawaf dan sa’i. Dengan layanan ini jamaah yang memenag membutuhkan bisa mengurangi kelelahan fisik dan pihak otorita bisa mengatur arus kereta dorong di jalur khusus di Masjidil Haram, sehingga pergerakan tetap lancar meskipun pada waktu-waktu padat. Ada dua jalur jalur perjalanan yang bisa dipilih bagi pengguna layanan ini. Pilihan dilakukan saat pemensanan layanan dengan aplikasi tanaqul. Jalur pertama adalah “satu arah”, artinya jamaah dijemput dari hotel, didampingi untuk melakukan ibadah dan selesai setelah ibadah ditunaikan di dalam haram. Berakhir di masjidil Haram. Jalur kedua adalah “dari hotel ke kembali ke hotel,” yang mencakup pendampingan penuh sejak keberangkatan dari hotel, pelaksanaan ibadah, hingga kembali lagi ke penginapan. Dengan rute-rute yang terancang ini bisa membantu menghemat waktu jamaah dan mencegah kepadatan di pintu masuk dan keluar utama Masjidil Haram. Inisiatif ini memang diinspirasi dan ditujukan terutama untuk lansia dan penyandang disabilitas. Dengan otomatisasi prosedur diharapkan standarisasi pelayanan, lebih mudah dan jelas. Dengan sistem digital seperti ini memungkinkan jamaah untuk melakukan pemilihan tanggal, pilihan hotel, serta pembayaran digital secara langsung. Mudah tanpa ribet. Transformasi teknologi dalam layanan kursi dorong ini menunjukkan semakin tingginya perhatian pihak otoita pengelola terhadap kenyamanan para tamu Allah, dengan menyediakan pengalaman mobilitas yang terorganisir sehingga jamaah tidak perlu lagi mencari penyedia layanan di lapangan.Kalau Kamu ingin merasakan sensasi layanan ini, rancang saja perjalanan umrahmu bersama tim #easyumroh.id #easy umroh memudahkan perjalalan umrahmu
TESTIMONI
Mari Simak yang Mereka Katakan
-
Layanan Handling easyUmroh sangat bagus, semua mendapatkan layanan yang sangat baik, dan tim yang sangat profesional.
Haikal Basagili
Surabaya
-
Proses pengurusan Visa melalaui easyUmroh sangat cepat dan sangat profesional, terima ksih atas bantuannya, salam
Prayitno
Purbalingga
-
Hotel-hotel dibawah easyUmroh memiliki fasilitas yang sangat baik dengan jarak ke Masjidil Haram sangat dekat, terim aksih easyUmroh
Nagieb Ali Kuddah
Madura
-
Proses pengurusan Visa melalaui easyUmroh sangat cepat dan sangat profesional, terima ksih atas bantuannya, salam
Prayitno
Purbalingga