BERITA
Berita dan Informasi
Informasi pilihan dan penting yang dipublikasikan oleh easyUmroh, sehingga bisa menjadi referensi bagi para jamaah Umroh atau calon jamaah Umroh, dalam memperkaya khasanah informasi seputar Ibadah Umroh, dan informasi pundukung lainya di sekitar Mekah dan Madinah.
-
Tips & tricksKA'BAH
Lutfi MB- admin easyumroh 02-03-2026 05:05Ka'bah, juga dikenal sebagai Baitullah ( “Rumah Allah”), berdiri sebagai struktur berbentuk kubus di jantung Masjidil Haram di Makkah. Dianggap sebagai situs paling suci dalam Islam, Ka'bah merupakan titik fokus yang menjadi acuan (Qiblat) umat Muslim saat melaksanakan salat. Ka'bah juga merupakan bagian integral dari ritual Tawaf, di mana para peziarah yang melaksanakan ibadah Haji dan Umrah harus mengitarinya. Istilah “Ka’bah” berasal dari kata Arab “ka’b” (كعب), yang berarti “kubus” atau “persegi.” Kata “Ka’bah” disebutkan dalam Al-Quran di dua tempat: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuh, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hady yang dibawa ke Ka‘bah, atau dendanya membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan." [Surah al-Ma’idah, 5:95] "Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu (hewan kurban), dan qala'id (hewan kurban yang diberi tanda). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"[Surah al-Ma’idah, 5:97] Ka'bah juga disebut dengan sejumlah nama. Dalam Al-Quran selain "Ka'bah," bangunan suci dalam Islam ini disebut dengan berbagai nama lain dalam Al-Quran, diantaranya: Al-Bayt (الْبَيْت) – RumahNama ini merujuk pada Ka'bah sebagai tempat ibadah dan ziarah utama bagi umat Muslim. Disebutkan dalam Surah Al-Baqarah: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".[Surah al-Baqarah, 2:125] Al-Bayt al-Atiq – Rumah KunoNama ini merujuk pada asal-usulnya yang kuno dan signifikansi historisnya, nama ini menyoroti usia Ka'bah yang sangat tua. Hal ini disebutkan dalam Surah al-Hajj: Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf di sekeliling al-Bait al-‘Atīq (Baitullah).[Surah al-Hajj, 22:29] Al-Bayt al-Haram – Rumah SuciNama ini menggarisbawahi kesucian yang diberikan kepada Ka'bah sebagai tempat suci dan tak boleh diganggu gugat. Nama ini digunakan dalam Al-Quran, misalnya dalam Surah al-Ma'idah: "Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci, sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, (demikian pula) bulan Haram, hadyu (hewan kurban), qalaid (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."[Surah al-Ma’idah, 5:97] Al-Bayt al-Muharram – Rumah TerlarangNama ini menyampaikan gagasan bahwa Ka'bah dihormati dan terlarang untuk aktivitas tertentu, karena statusnya yang suci. Nama ini disebutkan dalam Surah Ibrahim (14:37), yang biasanya diterjemahkan sebagai "Rumah Suci" atau "Rumah yang Disucikan". Ibrahim alaihissalam berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya (dan berada) di sisi rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (demikian itu kami lakukan) agar mereka melaksanakan salat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.[Surah Ibrahim, 14:37] Awwal Bayt – Rumah PertamaKa'bah diyakini sebagai rumah ibadah pertama yang didirikan untuk umat manusia, pertama kali dibangun oleh Nabi Adam, kemudian oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail Q atas perintah Allah. "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam".[Surah Ali Imran, 3:96] Ka'bah juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti: Baitullah – Rumah Allah: Nama ini menekankan peran Ka'bah sebagai tempat tinggal simbolis Allah. Al-Bunya – Struktur: Namanya diambil dari “al Bina'” (bangunan). Bunyat Ibrahim – Struktur Ibrahim: Seperti yang awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim S. Al-Ka'bah al-Musharrafah - Ka'bah yang Mulia: Nama ini menekankan status terhormat dan kedudukan tinggi Ka'bah. Al-Ka'bah al-Muazzamah – Ka'bah yang Megah: Menyoroti kemegahan dan kemegahan Ka'bah. Al-Ka'bah al-Muqaddasah – Ka'bah Suci: Nama ini menekankan kesucian dan kesucian Ka'bah sebagai situs keagamaan yang dihormati. Al-Ka'bah al-Sharifah - Ka'bah yang Terhormat: Nama ini menggarisbawahi kehormatan yang diberikan kepada Ka'bah. Itulah sedikit tentang Ka’bah yang atas perintah Allah menjadi kiblat Kaum Muslimin saat beribadah, khususnya saat shalat. Kamu mau mengunjunginya? Rancang saja jadwal perjalananmu bersama easyumroh.id agar lebih berkesan dan nyaman. #easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu.
-
BisnisMASY'ARIL HARAM
Lutfi MB- admin easyumroh 18-02-2026 06:06Masy’ar atau Masy’aril Haram yang juga masyhur dengan sebutan Muzdalifah adalah sebuah kawasan daerah yang terletak antara Arafah dan Mina. Kawasan yang terletak di dalam Tanah Haram Mekah ini adalah sebuah lembah yang tidak luas, berada di antara Arafat dan Mina, dan panjangnya kurang lebih empat kilometer. Letaknya di sekitar tempat menginap jamaah haji pada malam kedua haji. Jemaah haji wajib bermalam di Muzdalifah dan disunnahkan untuk memungut batu kecil sebagai persiapan pelemparan jumrah di Mina.Pada tahun 10 Hijriyah, Rasulullah ﷺ melaksanakan haji. Haji beliau ini banyak yang menyebut sebagai Haji Wada' karena ini haji pertama sekaligus haji terakhir yang dilaksanakan oleh Rasulullah ﷺ setelah hijrah ke Madinah. Disebut Wada’ (perpisahan) karena ini adalah haji perpisahan Nabi Muhammad ﷺ dengan umatnya sebelum beliau wafat beberapa bulan kemudian. Setelah tiba di Muzdalifah pada hari kedua Haji Wada’, Nabi ﷺ berhenti di lokasi tempat Masjid Mashar al-Haram berada saat ini, di dekat Gunung Quzah. Beliau memberi instruksi kepada para sahabatnya: “Seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri, kecuali bagian tengah Muhassar.”Pada saat haji itu, setelah fajar menyingsing pada hari Sabtu tanggal 10 Dzul Hijjah, Nabi ﷺ melaksanakan shalat Subuh dengan satu adzan dan satu iqamah, tepat pada saat waktu salat dimulai. Beliau melaksanakan shalat sedikit lebih awal dari biasanya. Abdullah ibn Mas’ud radhiallahu anhu meriwayatkan:Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ melaksanakan salat kecuali pada waktu yang tepat, kecuali salat Maghrib dan Isya di Muzdalifah dan salat Subuh pada hari itu, yang beliau laksanakan sebelum waktu (seperti) biasanya.Setelah menyelesaikan salat, beliau menaiki unta betinanya dan mendaki Gunung Quzah, yang menghadap ke masjid. Beliau menghadap ke arah kiblat dan mengangkat kedua tangannya untuk berdoa hingga terang. Nabi ﷺ bersyukur, memuji dan memuliakan Allah, sambil membaca Talbiyah, dengan demikian beliau memenuhi perintah ilahi:Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. [Surat al-Baqarah, 2:198] Selama doa ini, Nabi ﷺ tersenyum. Melihat hal itu, Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma bertanya kepadan beliau mengapa ia tampak gembira. Al-Abbas bin Mirdas al-Sulami radhiallahu anhu meriwayatkan:Abu Bakar dan Umar berkata kepadanya: ‘Semoga ibu dan ayah kami ditebus untukmu, ini bukan saat di mana engkau biasanya tertawa. Semoga Allah menjadikan tahun-tahunmu penuh dengan tawa, mengapa engkau tersenyum?’ Nabi ﷺ bersabda: ‘Musuh Allah, Iblis, ketika mengetahui bahwa Allah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, mengambil debu dan mulai menaburkannya di kepalanya, sambil mengeluarkan ratapan kesedihan dan keputusasaan, dan apa yang kulihat dari penderitaannya membuatku tertawa.’ Doa yang dipanjatkan Nabi ﷺ untuk umatnya di Arafat kini telah dikabulkan.Nah, kalau kamu umroh bersama easyumro.id akan diajak untuk mengunjungi muzdalifah dan sekitarnya. Sehingga saat melaksankan ibadah haji, setidaknya sudah pernah mengenal daerah tersebut. #Easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu.
-
RegulasiLARANGAN-LARANGAN SAAT UMRAH
Lutfi MB- admin easyumroh 17-01-2026 07:07Setiap yang melakukan umrah tentu menginginkan pelaksanaan yang benar dan sempurna. Untuk mencapai itu diperlukan ilmu tentang apayang disyariatkan dalam ibadah tersebut. Umrah memiliki serangkaian rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai larangan yang harus dipatuhi oleh jemaah untuk dapat mencapai ibadah yang maqbul (diterima). Berikut adalah larangan yang harus dipatuhi jika kamu dalam keadaan ihram.1. Meninggalkan Wajib Ibadah UmrahLarangan pertama adalah meninggalkan wajib dalam umrah. Wajib umrah adalah rangkaian yang harus dikerjakan. Wajib umrah adalah Berihram dari miqat.Jika jemaah meninggalkannya kewajiban ini, maka jemaah tersebut harus membayar damm, yaitu menyembelih satu ekor kambing sebagai fidiah. 2. Mencukur Rambut Di Seluruh BadanMencukur rambut, baik itu rambut kepala, bulu ketiak, bulu kemaluan, kumis, maupun jenggot, merupakan pelanggaran saat melaksanakan ibadah haji dan umroh. Jemaah yang melanggar ini wajib membayar fidiah, yang bisa berupa puasa, memberi makan kepada fakir miskin, atau menyembelih hewan kurban. Larangan ini terdapat dalam Al-Qur’an: فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ “Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidiah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkurban.” (QS. Al-Baqarah: 196). 3. Menggunting KukuMenggunting kuku juga dilarang selama jemaah berada dalam kondisi ihram. Sama seperti larangan mencukur rambut, tujuan dari larangan ini adalah menjaga kondisi ihram dan simbolisme kesucian yang harus dipertahankan selama ibadah. Pelanggaran terhadap larangan ini juga mengharuskan jemaah membayar fidiah seperti yang telah dijelaskan di atas. 4. Menutup Kepala bagi Laki-Laki dan Menutup Wajah bagi PerempuanLaki-laki yang sedang ihram dilarang menutup kepala mereka dengan topi, sorban, atau benda lainnya. Di sisi lain, perempuan dilarang menutup wajah mereka dengan cadar atau niqab. Hal tersebut disabdakan oleh Nabi Muhammad shallalhu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a., ia berkata: seseorang berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, pakaian apa yang Anda perintahkan kepada kami dalam berihram? Lalu nabi bersabda: Janganlah kalian memakai kemeja, celana pendek, serban, dan seorang wanita yang berihram tidak memakai cadar dan tidak memakai sarung tangan”. (HR. Bukhori: 1741) 5. Mengenakan Pakaian Berjahit yang Menampakkan Bentuk Lekuk Tubuh bagi Laki-LakiLaki-laki harus mengenakan pakaian ihram yang terdiri dari dua lembar kain yang tidak berjahit, selama ihram. Mengenakan pakaian berjahit yang menampakkan lekuk tubuh seperti baju, celana, atau sepatu, dilarang. Pakaian ihram yang sederhana mengingatkan jemaah akan persamaan di hadapan Allah, tanpa memandang status sosial atau kekayaan. 6. Menggunakan Harum-HarumanPenggunaan parfum atau harum-haruman dilarang selama ihram. Larangan ini termasuk tidak hanya pada tubuh tetapi juga pada pakaian dan barang-barang lain yang digunakan jemaah. Jika menghendaki, jemaah haji dan umroh dapat memakai parfum sebelum mereka mengenakan pakaian ihram. Dari hadis yang disampaikan oleh Aisyah radhiallahu anha, dia berkata: “Aku pernah memberi wewangian pada Rasulullah untuk ihramnya, sebelum berihram dan untuk tahalulnya (setelah melempar jamrah aqabah dan mencukur) sebelum beliau tawaf ifadhah keliling Ka’bah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pelanggaran terhadap aturan ini mengharuskan jemaah membayar fidiah sebagai bentuk penebusan. 7. Memburu Hewan Darat yang Halal DimakanJemaah haji ataupun umrah dilarang berburu atau membunuh hewan darat yang halal dimakan selama dalam ihram. Hal tersebut berdasarkan pada surah Al-Maidah ayat 96: “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” Hewan yang tidak termasuk dalam larangan ini adalah hasil tangkapan air dan hewan yang diperintahkan untuk dibunuh seperti kalajengking dan tikus. Pelanggaran terhadap aturan ini mengharuskan jemaah membayar fidyah jaza’ atau semisalnya. 8. Melakukan Khitbah dan Akad NikahMelamar ( khitbah) dan akad nikah selama ihram dilarang karena ibadah haji dan umroh seharusnya menjadi waktu untuk konsentrasi penuh pada Allah dan ibadah. Jika jemaah melanggar larangan ini, maka akad nikah tersebut tidak sah dan harus diulang setelah keluar dari ihram, karena akadnya dinilai cacat. Tetapi, tidak ada fidiah terhadap larangan ini. 9. Jima’ (Hubungan Intim)Melakukan hubungan intim (jima’) selama ihram adalah pelanggaran berat. Jika hubungan intim dilakukan sebelum tahalul awal (sebelum melempar jamrah aqabah), maka ibadah haji dianggap batal, tetapi tetap harus diselesaikan. Tebusannya, pelanggar harus menyembelih seekor unta dan memberikannya kepada orang miskin di Tanah Suci. Jika tidak mampu, harus berpuasa selama sepuluh hari. Jika dilakukan setelah tahalul awal (dalam haji), hajinya tidak batal tetapi jemaah harus berihram kembali dan menyembelih seekor kambing sebagai fidiah. 10. Mencumbu Istri di Selain KemaluanMencumbu istri selama ihram juga dilarang, meskipun selain di kemaluan. Jika tindakan ini menyebabkan keluarnya mani, jemaah harus menyembelih seekor unta sebagai fidiah. Jika tidak keluar mani, cukup dengan menyembelih seekor kambing. Tindakan ini tidaklah membatalkan ibadahnya namun dapat merusak kesucian ihram dan menghindari godaan duniawi yang dapat mengganggu konsentrasi ibadah. Itulah penjelasan tentang beberapa larangan saat umroh, mulai dari meninggalkan yang wajib, mencukur rambut, melakukan khitbah, hingga mencumbu istri menjadi bagian penting dari menjaga kesucian serta kelancaran ibadah. Dengan memahami dan menghindari larangan-larangan tersebut, Kamu dapat menjalankan ibadah dengan penuh khusyuk. Selain mematuhi larangan, penting juga bagi setiap jemaah untuk mengetahui hak dan kewajiban, termasuk mengenai fidyah yang harus dibayarkan jika terjadi pelanggaran. Hal ini akan memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan tetap berada dalam koridor syariah yang benar. Untuk informasi lebih lanjut dan info terkini tentang umrah mandiri dan komponennya serta perencanaan dan pengaturan perjalanannya, Kamu bisa dapatkan di #easyumroh.id Easy umroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu
-
BisnisQUBA WALKING TRAIL, JALUR SETAPAK BERSEJARAH YANG INDAH MENUJU MASJID QUBA
Lutfi MB- admin easyumroh 15-01-2026 06:06Sudah maklum bahwa Masjid Quba memiliki keistimewaan dalam khazanah Muslim. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah masa kenabian. Bahkan Rasulullah turut serta menangani pembangunannya. Telah disampaikan bahwa sesiapa yang berwudhu dirumahnya dan menuju Masjid Quba kemudian shalat dua rakaat di dalamnya, maka akan memperoleh pahala setara dengan umrah. Jarak Masjid Quba ke Madinah sektar 3-4 Km. Kini, untuk menuju Masjid quba dari Masjid Nabawi telah dibuatkan jalur pejalan kaki yang sangat menarik . Jalur Pejalan Kaki Quba (walking trail Quba) adalah Sebuah destinasi wisata terpadu yang megah yang menampilkan berbagai festival, acara, dan kegiatan, serta menghubungkan pengunjung dengan monumen-monumen Islam dan bersejarah terbesar di Madinah. Jalur Pejalan Kaki Quba dicanangkan sebagai salah satu proyek program humanisasi wilayah yang dilaksanakan oleh Otoritas Pembangunan Madinah.Ia adalah jalur pejalan kaki terpadu. Jalur pejalan kaki yang lebar dan indah yang menghubungkan Masjid Nabi dan Masjid Quba, menyatukan semua fasilitas dan layanan di satu tempat di mana warisan dan modernitas menyatu dalam sintesa unik yang menarik bagi semua kelompok usia.Walkig Trail Quba ini berupa setapak dan jalur lebar yang dirancang untuk mengakomodasi acara komersial, budaya, sosial, dan olahraga secara bersamaan. Ini juga merupakan tempat di mana Kamu dapat menikmati suasana dan pengalaman Madinah. Tempat ini juga merupakan fasilitas wisata dengan berbagai pilihan belanja dan mencakup fasilitas estetika dan rekreasi.Kamu akan temui toko-toko, restoran, warung makan Madinah, dan tempat duduk di pinggir jalan yang tersedia. Kamu juga dapat menikmati berbagai aktivitas berkendara kendaraan elektrik ataupun bersepeda. Jalur setapak yang dipilih untuk Walking Trail Quba (قباء جادة) ini memiliki dimensi sejarah.Nilai sejarahnya berasal dari fakta bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melewati jalan ini dalam kunjungannya ke Masjid Quba. Nabi biasa pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Karenanya Otoritas Pembangunan Wilayah Madinah memilih jalan setapak ini yang kini menjadi jalur untuk berjalan kaki dan berwisata, menghubungkan Masjid Nabi dan Masjid Quba. Jalur ini memiliki jalan setapak yang aman untuk pejalan kaki, sepanjang 3 km dan lebar 20 m. Fasilitas pertanian yang padat turut pula meningkatkan daya tarik visual lokasi tersebut, membentang sepanjang jalur. Fasilitas pertanian yang padat menambah daya tarik visual lokasi tersebut. Tempat ini juga ditandai dengan harmoni toko-toko yang berakar kuat dalam tradisi daerah tersebut.Suasana di tempat ini cocok untuk semua anggota masyarakat. Ini adalah fasilitas wisata terpadu untuk keluarga dan individu, pria ataupun wanita, dari semua kelompok usia. Pengunjungnya dapat menikmati waktu yang menyenangkan melalui aktivitas seperti:● Berolahraga dan memanfaatkan jalur pedestrian (pejalan kaki)● Mengadakan pertemuan sosial dan memanfaatkan pilihan wisata terpadu yang ada di sana.● Berbelanja di berbagai toko di lokasi.● Pergi ke Masjid Quba menggunakan jalur yang indah, terorganisir, dan sesuai yang berfungsi sebagai tujuan khas bagi pengunjung daerah tersebut.Jalan setapak ini menghubungkan Masjid Nabi dan Masjid Quba, di selatan Madinah. Ini situs bersejarah dan menarik, Kamu bisa merancang kunjunganmu saat umrah bersama #easyumroh.id Easy umroh ~ mumudahkan perjalanan umrohmu
-
BisnisMASJID QUBA, MASJID YANG PERTAMA DIDIRIKAN SETELAH MASA KENABIAN
Lutfi MB- admin easyumroh 14-01-2026 04:04Ketika menyebutkan kisah kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke kota Madinah saat hijrah, Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya “Zaad Al-Ma’ad” (3: 58), “Kaum muslimin bertakbir karena gembira dengan kedatangan beliau dan mereka keluar untuk menemuinya … Beliau melanjutkan perjalanan hingga tiba di Quba, di perkampungan Bani Amr bin Auf, lalu tinggal bersama mereka selama empat belas malam. Pada waktu singgahnya tersebut, beliau mendirikan masjid Quba, masjid pertama yang didirikan setelah kenabian.” Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun secara langsung oleh tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang membangun masjid ini dan para sahabat yang berjamaah di dalamnya. “Janganlah kamu (wahai Muhammad) beribadah dalam masjid itu selama-lamanya (masjid Dhirar, masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik). Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu untuk salat di dalamnya. Di dalam masjid tersebut terdapat orang-orang yang gemar bersuci dan membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah: 108) Sungguh, masjid Quba merupakan salah satu masjid yang memiliki keutamaan besar serta menjadi penanda kisah perjalanan hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Seorang muslim yang sedang berada di kota Madinah sudah sepatutnya menziarahinya dan salat di dalamnya. Hal ini sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebagai bentuk mengikuti kebiasaan beliau. Masjid Quba merupakan masjid yang memiliki tempat spesial di hati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini karena kecintaan beliau kepada penduduk di sekeliling masjid tersebut yang telah menyambut beliau tatkala datang pertama kali ke kota Madinah.Kecintaan beliau terlihat dari kebiasaan beliau untuk menyempatkan waktu dalam rangka mengunjungi masjid Quba secara berkala, bahkan para ulama mengatakan bahwa beliau mengunjungi masjid Quba setiap pekan. Di dalam kitab Shahih Bukhari disebutkan, “Rasulullah ﷺ biasa mendatangi masjid Quba setiap Sabtu. Beliau mendatanginya dengan berjalan kaki atau menunggang kendaraan. Dan Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma pun melakukan hal yang sama.” (HR. Bukhari no. 1193 dan Muslim no. 1399) Bagi mereka yang sedang berada di Madinah, baik dalam rangka berhaji atau umrah, maka sangat dianjurkan untuk datang dan melaksanakan salat di masjid Quba. Ini merupakan salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang beliau amalkan secara rutin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyampaikan kepada kita tentang pahala yang besar bagi mereka yang datang ke masjid Quba lalu melaksanakan salat, setidaknya dua rakaat. Beliau bersabda di dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, “Siapa saja yang bersuci di rumahnya, lalu ia mendatangi masjid Quba, lantas ia melaksanakan salat di dalamnya, maka pahalanya seperti pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah no. 1412, An-Nasai no. 699. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan) Di dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan dengan lafaz yang berbeda, “Salat di masjid Quba, (pahalanya) seperti umrah.” (HR. Tirmidzi no. 324 dan Ibnu Majah no. 1411. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan) Dengan seseorang telah berwudu terlebih dahulu dari tempat tinggalnya, lalu berangkat menuju masjid Quba dan salat dua rakaat di dalamnya, maka ia telah mendapatkan pahala yang setara dengan pahala melaksanakan ibadah umrah. Sungguh ini merupakan sebuah keutamaan yang sangat besar dan harus dimanfaatkan oleh kaum muslimin apabila sedang berada di kota Madinah.Kamu perlu tahu juga, dengan melaksakan sunnah yang beliau ajarkan ini, maka ini merupakan salah bukti kecintaan kepada Allah Ta’ala dan RasulNya. Semoga kita segera dapat mengunjungi masjid Quba dan melaksanakan sunnah ini disana. Rancang segera perjlananumrahmu bersama #easyumroh.id Easy umroh ~ memudahkn perjalanan umrahmu
-
Tips & trickshari jum'at
f4t 10-01-2026 09:09hari jum'at , ingat surah al jumu'ahtest saja
-
Tips & tricksMASJID AISYAH DI TAN'IM LANDMARK LUARBIASA DAN MIQAT TERDEKAT
Lutfi MB- admin easyumroh 09-01-2026 04:04Masjid Aisyah (bahasa Arab: عائشة‎‎ مسجد), juga dikenal sebagai Masjid al-Tan’im (التنعيم مسجد), adalah sebuah masjid yang terletak di tempat di mana Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu’anha diperintahkan oleh Nabi ﷺ untuk memasuki keadaan ihram guna melaksanakan Umrah saat Haji Wada’. Masjid ini merupakan lokasi miqat terdekat dan paling nyaman untuk memasuki keadaan ihram bagi mereka yang tinggal di dalam batas-batas Haram (Tanah Suci), dan bagi mereka yang berniat untuk melaksanakan Umrah tambahan. Masjid Aisyah terletak di wilayah Al-Hil, sejauh 7,5 kilometer dari Masjidil Haram, di kawasan At-Tan'im, Makkah. Tan’im merupakan sebuah kawasan yang terletak di barat laut Masjidil Haram, antara Makkah dan Sarif. Karenanya Masjid Aisyah juga dikenal sebagai Masjid Tan’im. Nama ini didasarkan pada dua gunung yang terletak di kedua sisinya, Naim dan Naiim. Masjid ini berada di jalur dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah, yang biasa disebut sebagai Tareeq al-Hijrah. Selain itu, masjid ini kadang-kadang disebut juga sebagai Masjid Umrah karena merupakan titik awal bagi penduduk Mekah dan para jamaah yang berniat untuk melaksanakan Umrah lagi. Masjid Aisyah dikenal dengan arsitekturnya yang luar biasa dan konstruksinya yang khas, masjid ini menonjol sebagai salah satu landmark terkemuka di Makkah.Warna putih mendominasi warna masjid. Masjid ini memiliki pintu dan jendela yang tinggi mencerminkan gaya arsitektur Islam modern. Masjid ini awalnya dibangun oleh Emir Makkah pada saat itu, Abu Abbas Abdullah ibn Muhammad, di bawah Khalifah Abbasiyah al-Mutawakkil pada tahun 240 H (854). Seiring waktu, sebagian besar masjid mengalami kehancuran dan kemudian dibangun kembali, yang menjaadikannya mengalami perluasannya. Selama era pemerintahan Saudi, masjid ini dibangun kembali, dan Raja Fahd bin Abdul Aziz mengawasi pembangunannya, dengan biaya 100 juta riyal. Luas total masjid, termasuk fasilitasnya, sekarang mencakup 84.000 meter persegi dan dapat menampung sekitar 15.000 jamaah. Masjid itu sendiri mencakup area seluas 6.000 meter persegi dan memiliki dua menara setinggi 50 meter. Di samping masjid, terdapat banyak fasilitas yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan para peziarah, termasuk area parkir luas yang diperuntukkan bagi bus, taksi, dan mobil pribadi. Selain itu, terdapat toilet, fasilitas mandi, dan ruang ganti. Di luar juga terdapat kios-kios kecil dan pedagang yang menjual barang-barang kebutuhan yang penting seperti pakaian Ihram dan perlengkapan Umrah lainnya. Jika kamu ingin menambah pengalaman yang berkesan dan napaktilas umrah Sayyidatina Aisyah radhiallahu’anha dari miqat Masjid Aisyah di Tan’im, silakan coba. Dan #easyumroh.id siap bersamamu merancang perjalanan umrahmu agar mudah dan berkesan. Easy umroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu. Powered by Froala Editor
-
Tips & tricksMUSIM DINGIN, MUSIM UMRAH YANG NYAMAN
Lutfi MB- admin easyumroh 07-01-2026 07:07Saudi Arabia sesuai dengan letak geogafisnya mengalami musim dingin dan musim panas. Biasanya musim dingin akan terasa mulai Desember sampai Pebruari. Peristiwa alam ini ditandai dengan penurunan suhu dan meningkatnya aktivitas cuaca di berbagai wilayah. Pada saat itu cuaca cukup ramah bagi yang menunaikan umrah.Bagi jamaah umrah, musim dingin menjadi periode yang paling nyaman karena suhu di Makkah dan Madinah tidak sepanas bulan-bulan sebelumnya. Puncak suhu paling dingin pada Januari. Mengutip Weather Spark, 22 Januari tercatat sebagai hari paling dingin dalam setahun, dengan suhu berkisar 16°C hingga 28°C — hawa yang ideal untuk ibadah luar ruangan seperti thawaf maupun sa’i.Bagi yang tebiasa dengan iklim tropis Indonesia, kondisi cuaca saat musim dingin di Tanah Suci terkadang bisa membuat tubuh terasa cepat lelah dan rentan sakit jika tidak dipersiapkan dengan baik. Nah, agar ibadah umrah tetap berjalan lancar dan khusyuk, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan jamaah. Diantanraya adalah…1. Persiapkan Fisik Sejak Jauh HariIbadah umrah membutuhkan stamina yang baik, terutama untuk tawaf dan sa’i yang menuntut banyak berjalan kaki. Olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau senam bisa membantu tubuh lebih siap menghadapi perubahan cuaca.2. Asupan Gizi dan Cairan Tubuh Perlu DijagaPilih makanan bergizi seimbang dengan kandungan karbohidrat dan protein, seperti nasi merah, kentang, roti gandum, serta biji-bijian untuk menjaga energi selama beribadah.Meskipun cuaca dingin sering membuat rasa haus berkurang, tubuh tetap membutuhkan cairan. Pastikan tetap minum air putih yang cukup.3. Terapkan Pola Hidup SehatPola hidup sehat membantu meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi cuaca ekstrem di Tanah Suci.Kurangi kebiasaan tidak sehat seperti begadang, merokok, dan konsumsi makanan berlemak tinggi. Ganti dengan konsumsi buah, sayur, serta tambahan vitamin atau suplemen bila diperlukan.4. Sediakan Pakaian Hangat yang CukupPilih pakaian yang ringan namun mampu menahan dingin agar tetap nyaman beraktivitas.Termasuk pakaian ihram. Meskipun ada saat jamaah mengenakan pakaian ihram, aktivitas di luar rangkaian ibadah tetap membutuhkan pakaian tambahan. Jaket, sweater, atau outer hangat penting untuk melindungi tubuh, terutama saat malam dan dini hari.5. Perhatikan Waktu IstirahatKurang tidur atau istirahat bisa menurunkan imunitas tubuh. Usahakan tidur cukup dan tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas berlebihan.Beristirahatlah sejenak agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah, apalagi saat tubuh terasa lelah.6. Kelola Stres dengan BaikPikiran yang tenang membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Kelola stres dengan berpikir positif, berzikir, atau melakukan aktivitas ringan yang menenangkan.7. Bawalah Obat-obatan PribadiObat-obatan wajib masuk dalam daftar bawaan. Selain obat rutin bagi jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu, siapkan juga obat umum seperti obat flu, demam, sakit kepala, masuk angin, dan diare.Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat untuk memastikan kondisi kesehatan siap menghadapi cuaca dingin ekstrem.8. Siapkan Pelindungi Kulit Di Arab Saudi, udara musim dingin cenderung sangat kering. Gunakan pelembap kulit dan lip balm untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.Menjaga kesehatan kulit juga penting agar jemaah tetap nyaman selama beraktivitas. Itulah beberapa tips agar umrah tersa siap dan nyaman disaat musim dingin di Saudi Arabia. Tim #easyumroh.id siap membantu perencanaan perjalanan umrahmu agar nyaman dan mengesankan. Easy Umroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu Powered by Froala Editor