BERITA
Berita dan Informasi
Informasi pilihan dan penting yang dipublikasikan oleh easyUmroh, sehingga bisa menjadi referensi bagi para jamaah Umroh atau calon jamaah Umroh, dalam memperkaya khasanah informasi seputar Ibadah Umroh, dan informasi pundukung lainya di sekitar Mekah dan Madinah.
-
Tips & tricksMajma’ Malik Fahd Madinah, Kompleks Dengan Percetakan Al Quran Terbesar Di Dunia
Lutfi MB- admin easyumroh 03-07-2026 06:06Majma’ Malik Fahd atau Kompleks Percetakan Mushaf Al-Quran Raja Fahd di Madinah Al-Munawwarah adalah pusat pencetakan Al-Quran terbesar di dunia. Didirikan sejak 1984, kompleks seluas 250.000 meter persegi ini memproduksi sekitar 18 juta hingga 30 juta mushaf per tahun. Tak hanya untuk kebutuhan Arab Saudi, mushaf Al-Qur’an dari kompleks ini didistribusikan ke puluhan negara dalam 78 bahasa. , termasuk versi braille untuk tunanetra serta terjemahan bahasa isyarat—yang disebut sebagai yang pertama di dunia. Kompleks ini berjarak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd beroperasi 24 jam penuh dengan dukungan sekitar 1.100–1.300 pekerja dan mesin cetak berkapasitas besar. Tamu-tamu Allah, para peziarah Kota Suci Madinah, yang datang dari berbagai penjuru dunia sangat antusias mengunjungi kompleks percetakan mushaf Al Quran ini. Sepanjang tahun 1447 H saja, lebih dari 1,3 juta orang telah berkunjung ke Majma’ Malik Fahd atau Kompleks Percetakan Mushaf Al-Quran Raja Fahd di Madinah Al-Munawwarah. Kompleks Percetakan Al Quran Raja Fahd, Madinah Al Munawwarah ini memiliki berbagai fasilitas yang lengkap. Di dalam areal kompleks itu terdapat masjid, gedung administrasi, gedung pencetakan, gudang, transportas, marketing, perpusatakaan, restoran dan lain sebagainya. Dibangunnya kompleks ini pada tahun 1982 berawal dari kebutuhan umat Islam di dunia terhadap mushaf Al Qur'an. Majma’ Malik Fahd ini merupakan jawaban dari kebutuhan mushaf dan penerjemahan Al Qur'an ke berbagai bahasa di dunia. Awalnya percetakan ini hanya mencetak Alquran saja saat beroperasi sejak 1984. Dalam perkembangannya kemudian, Percetakan khusus Al-Qur'an itu berada di bawah koordinasi Kementerian Urusan Agama, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi ini, melakukan diversifikasi produksi, tidak hanya mushaf Alquran saja yang dirilis, tapi juga audio seperti kaset, serta kepingan CD. Kini, kompleks tersebut juga dikelola sebagai wisata edukasi religi, lengkap dengan masjid, perpustakaan, pusat ilmiah, hingga fasilitas pendukung lainnya. Meski terbuka untuk umum, pengunjung tetap harus mengikuti prosedur resmi dan perizinan sebelum masuk ke area produksi. Setiap harinya, jumlah pengunjung Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Meski demikian, pengelola membatasi kunjungan ke dalam area produksi demi menjaga ketertiban dan kesucian proses pencetakan. Menurut pihak pihak pengelolah lembaga ini, tingginya angka kunjungan ini mencerminkan kepercayaan global yang terus mengalir kepada pihaknya, sekaligus buah dari pengembangan berkelanjutan pada sistem teknis dan produksinya. Teknologi tercanggih terus diterapkan dalam mencetak Mushaf Al-Qur’an, sejalan dengan standar kualitas dan ketelitian tertinggi yang dijaga secara konsisten. Majma` , (sebutan masayarakat yang akrab dengan lembaga ini) turut memperkuat kehadiran media dan sosialisasinya melalui pengembangan program penyambutan delegasi dan pengorganisasian kunjungan, serta memperkaya konten media dan edukasi dalam berbagai bahasa. Upaya ini berkontribusi menyampaikan misinya ke panggung global, sekaligus memperkenalkan kepada para pengunjung dedikasi yang telah dijalankan dalam melayani Al-Qur’an Al-Karim. Pengunjung yang ingin melihat langsung proses pencetakan mushaf Al-Qur’an perlu memperhatikan jam operasional berikut:Hari Ahad hingga Kamis:· Sesi pagi: pukul 07.00–12.00· Sesi sore/malam: pukul 14.00–21.00Hari Jumat:· Kunjungan terbatas pada sesi sore/malam, pukul 15.00–21.00Adapun Hari Sabtu:· Sesi pagi: pukul 08.00–12.00· Sesi sore/malam: pukul 15.00–21.00 Dalam satu rombongan, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 15–20 orang dengan durasi kunjungan kurang lebih 15 menit. Pengunjung diperbolehkan melihat langsung proses produksi, namun tidak diizinkan menyentuh mushaf yang sedang dicetak. Pengunjung wanita hanya boleh memasuki workshop kompleks saja yang letaknya berdampingan dengan gerbang kompleks. Menariknya, setiap pengunjung akan mendapatkan mushaf Al-Qur’an secara gratis. Kalau kamu ingin umrah dan bisa mengatur perjalanannmu lebih bebas, rancanglah jadwalmu bersama tim easyumroh.id dan untuk bisa mersakan gampangnya mengatur perjalanan umrah. #easyumroh Jalan Mudah Menuju Baitullah
-
Tips & tricksMAQAM IBRAHIM
Lutfi MB- admin easyumroh 25-06-2026 04:04Maqam IbrahimHampir semua Umat Islam, terutama mereka yang pernah mengunjungi Ka’bah, akrab dengan sebutan maqam Ibrahim. Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang masih beranggapan salah dengan mengira bahwa Maqam Ibrahim merupakan makam atau kuburan Nabi Ibrahim Alaihissalam.Padahal, kata "maqam" ini dalam bahasa Arab yang berarti tempat berdiri atau tempat berpijak, bukan kuburan. Maqam Ibrahim adalah batu bersejarah tempat Nabi Ibrahim Alaihissalam berpijak saat membangun Ka'bah. Terletak sekitar 9 meter di timur Ka'bah, batu ini menampilkan jejak kaki beliau dan diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai lokasi yang diberkahi untuk mendirikan salat.Batu tersebut berukuran relatif kecil dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Pada permukaannya terdapat dua cekungan yang diyakini sebagai bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS, masing-masing sedalam sekitar 10 sentimeter dan 9 sentimeter. Menurut riwayat dari Said bin Zubair, batu ini digunakan oleh Nabi Ibrahim saat beliau berdiri dan membangun Ka'bah bersama Nabi Ismail. Sejarawan Al-Kurdi mencatat bahwa meskipun tingginya hanya sekitar 20 cm, batu ini dapat naik dan turun dengan mukjizat Allah Swt. sesuai kebutuhan Nabi Ibrahim. Ketika satu sisi bangunan selesai, batu ini dipindahkan ke sisi lainnya hingga seluruh tembok Ka'bah berdiri kokoh. Batu ini digunakan sebagai pijakan bergerak oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat meninggikan dinding Ka'bah. Atas kekuasaan Allah, batu tersebut menjadi lembut sehingga meninggalkan bekas telapak kaki Ibrahim yang masih terlihat jelas hingga kini.Setelah pembangunan selesai, Allah Azza wa Jalla memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia agar menunaikan ibadah haji, sebuah panggilan yang konon disampaikan dari atas Maqam Ibrahim ini. Dalam Al Quran di surat Ali Imran ayat 96-97 disebutkan hal itu, yang artinya:“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu2 mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” Sebagai bentu syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Ibrahim Alaihissalam disebut melaksanakan shalat dua rakaat ditempat itu, setelah menyelesaikan meninggikan Ka'bah. Karena itu, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Perintah tersebut termaktub dalam firman-Nya:"Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat" (QS Al-Baqarah: 125).Berdasarkan ayat ini, jamaah yang telah menyelesaikan tujuh putaran tawaf dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila kondisi memungkinkan.Maqam Ibrahim menjadi salah satu tempat yang dihormati di Masjidil Haram, Makkah. Umat Islam yang menunaikan haji dan umroh selalu menyempatkan diri untuk berdoa dan melaksanakan salat sunnah di sekitar Maqam Ibrahim. Dalam sejarahnya, posisi Maqam Ibrahim tidak selalu berada di lokasi seperti sekarang.Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, Maqam Ibrahim digeser sedikit ke arah timur untuk mengakomodasi semakin banyaknya jamaah yang datang ke Masjidil Haram. Kebijakan tersebut diambil agar jamaah yang sedang bertawaf tidak terganggu oleh jamaah yang melaksanakan shalat di sekitar Maqam Ibrahim, sehingga kedua ibadah tersebut dapat berlangsung dengan lebih tertib dan nyaman. Awalnya, Maqam Ibrahim dibiarkan terbuka tanpa pelindung apa pun. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan struktur yang lebih permanen dan melindunginya muncul. Pada masa Kesultanan Utsmaniyah, dibangunlah sebuah bangunan pelindung khusus yang dilengkapi dengan kanopi di bagian belakang yang menjorok ke arah Maqam Ibrahim, sehingga menciptakan ruang di bawahnya bagi orang-orang untuk melaksanakan salat. Struktur awal ini didirikan pada tahun 810 H (1408 M). Seiring waktu, bangunan tersebut mengalami pemugaran dan renovasi yang dilakukan oleh berbagai sultan serta dermawan lainnya. Pada bulan Rajab 1387 H (November 1967 M), pemerinta Kerajaan Saudi Arabia membongkar struktur tersebut dan menggantinya dengan bangunan pelindung yang lebih kecil—bentuk yang dapat kita lihat hingga saat ini. Batu berbentuk kotak tersebut kini dilindungi oleh struktur bangunan kecil berlapis kaca dan logam.Di tengah berbagai peristiwa sejarah, peperangan, dan pergantian zaman yang telah berlangsung selama ribuan tahun, batu tersebut tetap terlindungi dan menjadi bagian penting dari syiar Islam di Tanah Suci.Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa Maqam Ibrahim merupakan salah satu dari tiga batu yang diturunkan Allah dari surga. Dua batu lainnya adalah Hajar Aswad dan batu yang pernah digunakan oleh Bani Israil. Keberadaan Maqam Ibrahim yang tetap terjaga hingga sekarang dipandang oleh banyak ulama sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Meskipun peningkatan jumlah jemaah setiap tahunnya selalu memadati situs ini, pemerintah Arab Saudi terus berusaha menjaga kelestarian situs ini agar tetap dapat dikunjungi oleh umat muslim dari seluruh dunia. Maqam Ibrahim memberikan beberapa keutamaan bagi umat muslim, khususnya bagi yang menunaikan ibadah haji ataupunumrah, antara lain: 1. Tempat Salat Sunnah Setelah TawafBerdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 125, umat Islam disunnahkan untuk menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat salat dua rakaat setelah menyelesaikan tawaf. 2. Tempat Mustajab untuk BerdoaMakam Ibrahim juga diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa. 3. Simbol Keagungan dan KemuliaanAllah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan Maqam Ibrahim, menjadikannya sebagai salah satu situs yang penting bagi umat muslim di Makkah.Pemerintah dan pengurus Masjidil Haram juga diberi kemampuan merawat tempat ini dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Islam. Jemaah yang berkunjung juga merasa tertarik untuk melihat, mengunjungi, dan beribadah di depan Makam Ibrahim sebagai wujud penghormatan mereka. 4. Saksi Pembangunan Ka'bahMakam Ibrahim bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol dari proses pembangunan Ka'bah. 5. Pengingat Ketekunan dan KetaatanBagi yang melihat atau beribadah di depan Makam Ibrahim, tempat ini menjadi pengingat akan ketekunan dan ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan amanah Allah.Batu yang mengandung jejak kaki Nabi Ibrahim itu mengingatkan umat Islam akan dedikasi beliau bersama Nabi Ismail dalam menaati perintah Allah Swt, sebuah warisan yang tetap hidup hingga kini. Kisah beliau menjadi teladan yang inspiratif, mendorong umat Islam untuk lebih kuat dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah Yang Mahasuci. Maqam Ibrahim memiliki tempat khusus dalam hati umat muslim di seluruh dunia. Selain sebagai bagian dari sejarah Islam yang kaya, tempat ini juga menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan keimanan Nabi Ibrahim yang tidak tergoyahkan. Ibadah di depan Maqam Ibrahim merupakan bentuk penghormatan yang mendalam, menghubungkan para jemaah dengan salah satu nabi yang paling dicintai dalam sejarah agama Islam. Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam memahami Maqam Ibrahim secara proporsional. Bagi kamu yang ingin melakukan umrah mandiri atau ingin mengatur perjalanan ibadahmu lebih privat, kamu bisa mengaturnya dengan Tim Easy Umroh di easyumroh.id dan bicarakan rencanamu. #Easy Umroh : Jalan Mudah Menuju Baitullah
-
Tips & tricksDIGILTALISASI PETA HARAMAIN, KINI INFORMASI DAN NAVIGASI DALAM GENGGAMAN ANDA
Lutfi MB- admin easyumroh 02-06-2026 03:03Kerajaan Arab Saudi terus menerus meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah di dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Peningkatan layanan ini unutk kemudahan dan keamanan jamaah. Otoritas Haramain kini telah menghadirkan peta interaktif digital untuk membantu pengunjung menemukan lokasi secara akurat. Jamaah dapat mengakses layanan ini langsung melalui ponsel, sehingga mereka tidak lagi kebingungan di area yang luas. Otoritas Haramain telah memperkenalkan sistem navigasi digital berbasis QR code. Jamaah dapat memindai kode yang tersedia di berbagai titik Masjidil Haram untuk mengetahui posisi mereka secara akurat. Jamaah segera akan terhubung dengan peta digital. Peta interaktif tersebut membantu jamaah menemukan berbagai fasilitas penting di dalam masjid. Sistem ini, utamanya akan memudahkan jamaah yang baru pertama kali datang ke Makkah sehingga mereka tidak tersesat saat mencari lokasi tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya. Sistem ini menampilkan posisi pengguna secara real-time. Fitur di aplikasi tersebut akan bermanfaat bagi jamaah untuk menentukan arah dengan tepat. Solusi ini sangat berguna, terutama saat kepadatan meningkat karena jutaan pengunjung datang dari berbagai negara.Dengan peta interaktif tersebut berbagai rute menuju lokasi utama di Haramain akan mudah ditemukan. Jamaah dapat memilih jalur terbaik untuk menuju Ka’bah di Masjidil Haram maupun Raudhah di Masjid Nabawi. Sistem navigasi pada aplikasi tersebut akan membimbing pengguna langkah demi langkah hingga sampai ke tujuan. Otoritas telah menyesuaikan jalur tersebut dengan rute resmi. Hal ini untuk menjaga pergerakan jamaah tetap tertib, aman, dan terarah. Dengan demikian, pengalaman ibadah menjadi lebih nyaman meskipun di tengah keramaian.Tapi sebentar, peta digital ini tidak hanya menampilkan rute perjalanan. didalamnya juga menyediakan informasi penting lainnya, seperti lokasi pintu masuk, area parkir, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. Dengan demikina jamaah dapat langsung menentukan akses terbaik sesuai kebutuhan mereka.Bahkan layanan ini menampilkan lokasi kendaraan dan jalur titik pengambilannya. Fitur ini sangat memudahkan jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas. Mereka dapat berpindah tempat dengan lebih tenang dan efisien.OtoritasHaramain memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas layanan di Dua Masjid Suci.Memang Kerajaan Saudi Arabia termasuk Negara yang melakukan digitlisasi besar-besaran. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan Arab Saudi. Ini menunjukkan komitmen kuat Kerajaan Arab Saudi dalam melayani tamu Allah. Dengan dukungan kemajuan teknologi, jamaah pengunjung duaKota Suci dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertata, aman, dan nyaman.Kalau kamu ingin menikmati kecanggihan pelayanan di dua Kota Suci, rancang perjalannanmu bersama tim easyumroh.id untuk menghadirkan pengalaman lebih berkesan. #easyumroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu
-
Tips & tricksWADI URANAH SAKSI KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH ﷺ
Lutfi MB- admin easyumroh 21-05-2026 07:07Wadi Uranah (bahasa Arab: عرنة وادي) adalah sebuah lembah yang terletak di wilayah Mekkah, tepat di depan Masjid Namirah. Terletak di luar Arafah dan di luar kawasan suci Haram, lembah ini merupakan bagian dari Hil.Al-Hil (bahasa Arab: الحل) adalah wilayah antara batas Mawaqit (tempat miqat) dan batas Haram. Kota-kota seperti Jeddah, Khulais, al-Janun, dan Taneem semuanya terletak di wilayah ini. Para jamaah haji atau umrah yang tinggal di atau melewati al-Hil harus memasuki keadaan ihram sebelum melewati batas Haram. Lembah Uranah ini memiliki nilai sejarah penting sebagai tempat di mana khutbah perpisahan Nabi ﷺ disampaikan selama ibadah haji terakhirnya. Pada Hari Arafah, selama Haji Wada’ (Haji Perpisahan), Nabi ﷺ tinggal di sebuah tenda di Namirah. Istri-istri Beliau juga berkemah di tenda-tenda di sekelilingnya. Saat matahari terbenam, Beliau memanggil unta betinanya, al-Qaswa. Kemudian dengan menunggang unta itu Beliau menuju ke bagian dalam Wadi Uranah, tempat dimana para sahabatnya dapat berkumpul di sekelilingnya. Beliaupun sampai di dasar lembah. Dengan tetap duduk di atas untanya, Nabi ﷺ menyampaikan khutbah yang sangat dahsyat kepada para sahabatnya. Khutbah ini kemudian dikenal sebagai Khutbatul-Wada’ (Khutbah Perpisahan). Saat ini, sebuah masjid, Masjid Namirah sebutannya, berdiri di daerah ini. Bagian depan masjid yang membentang di luar batas Arafah, adalah tempat Nabi ﷺ menyampaikan khutbah dan kemudian menggabungkan shalat Dhuhur dan Asar setelahnya.Setelah menjamak shalat Dhuhur dan Asar ditempat itu, Nabi ﷺ melanjutkan perjalanan ke Arafah dan melakukan wuquf (berdiam) di sana.Ada larangan dari Nabi ﷺ berkaitan dengan tempat ini (Wadi Uranah). Nabi Muhammad ﷺ melarang melakukan wuquf di sana pada Hari Arafah saat ibadah haji, karena tempat itu merupakan garis pemisah antara Arafah dan Mekkah. Beliau bersabda:Seluruh Arafah adalah mawaqif (tempat wuquf), kecuali bagian tengah Uranah, dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri, kecuali bagian tengah Muhassir.[Diriwayatkan dalam Muwatta’ Malik] Kisah Ekspedisi Abdullah ibn Unais.Lembah ini juga dikenal sebagai lokasi ekspedisi Abdullah ibn Unais pada tahun 4 H (625 M). Menanggapi laporan yang menyatakan bahwa Khalid ibn Sufyan sedang merencanakan serangan terhadap Madinah dan menghasut permusuhan terhadap kaum Muslim di Nakhlah atau Uranah. Nabi ﷺ mengutus Abdullah ibn Unais untuk mengatasinya.Abdullah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memanggilnya, seraya berkata:Aku telah menerima informasi bahwa Khalid ibn Sufyan al-Hudhali telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang Madinah. Dia sekarang berada di Uranah atau Nakhla. Pergilah ke sana dan bunuh dia. Setelah bertemu dengannya, kamu akan merasakan gemetar.Abdullah bin Unays mengenang:Setelah sampai di tempat Khalid, ia bertanya sambil menunjuk saya, ‘Siapakah orang ini?’ Saya menjawab, ‘Saya seorang Arab dari suku Banu Khuzaymah yang telah mendengar tentang persiapan Anda melawan Rasulullah ﷺ.’ Khalid menegaskan niatnya dan mengundang saya ke tendanya, di mana ia menawarkan saya susu untuk diminum. Kemudian ia menyuruh saya beristirahat di tenda sebelahnya. Malam itu juga, saya memasuki tendanya dan menyelesaikan tugas untuk melenyapkannya. Setelah itu saya berlindung di sebuah gua, dan diam-diam kembali ke Madinah. Setelah tiba, Rasulullah ﷺ berkata, ‘Kamu telah menyelesaikan misimu dengan sukses.’ Kemudian Nabi ﷺ memberinya hadiah berupa tongkatnya, seraya menyatakan:Ini akan menjadi tanda antara kamu dan aku pada Hari Kiamat. Setelah Abdullah bin Unays wafat, ia memerintahkan agar tongkat itu dikuburkan bersamanya, dibungkus dengan kain kafannya. Saat menunaikan umrah kamu akan diajak untuk mengunjungitempat tempat semacam ini, agar mengetahui sejarah besar dan keagungan agama Allah.Susun rencana perjalanan umrahmu bersama tim easyumroh.id untuk memperoleh kenangan lebih berkesan.#Easy Umroh - memudahkan perjalanan umrahmu Kisah ini didokumentasikan dalam kitab “Akhbaar Makkah” karya Faakihi, karya Ibn Hisham (Jilid 1, hal. 640) dan “Ma’aalim Makkah” (hal. 184).
-
Tips & tricksKA'BAH
Lutfi MB- admin easyumroh 02-03-2026 05:05Ka'bah, juga dikenal sebagai Baitullah ( “Rumah Allah”), berdiri sebagai struktur berbentuk kubus di jantung Masjidil Haram di Makkah. Dianggap sebagai situs paling suci dalam Islam, Ka'bah merupakan titik fokus yang menjadi acuan (Qiblat) umat Muslim saat melaksanakan salat. Ka'bah juga merupakan bagian integral dari ritual Tawaf, di mana para peziarah yang melaksanakan ibadah Haji dan Umrah harus mengitarinya. Istilah “Ka’bah” berasal dari kata Arab “ka’b” (كعب), yang berarti “kubus” atau “persegi.” Kata “Ka’bah” disebutkan dalam Al-Quran di dua tempat: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuh, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hady yang dibawa ke Ka‘bah, atau dendanya membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan." [Surah al-Ma’idah, 5:95] "Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu (hewan kurban), dan qala'id (hewan kurban yang diberi tanda). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"[Surah al-Ma’idah, 5:97] Ka'bah juga disebut dengan sejumlah nama. Dalam Al-Quran selain "Ka'bah," bangunan suci dalam Islam ini disebut dengan berbagai nama lain dalam Al-Quran, diantaranya: Al-Bayt (الْبَيْت) – RumahNama ini merujuk pada Ka'bah sebagai tempat ibadah dan ziarah utama bagi umat Muslim. Disebutkan dalam Surah Al-Baqarah: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".[Surah al-Baqarah, 2:125] Al-Bayt al-Atiq – Rumah KunoNama ini merujuk pada asal-usulnya yang kuno dan signifikansi historisnya, nama ini menyoroti usia Ka'bah yang sangat tua. Hal ini disebutkan dalam Surah al-Hajj: Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf di sekeliling al-Bait al-‘Atīq (Baitullah).[Surah al-Hajj, 22:29] Al-Bayt al-Haram – Rumah SuciNama ini menggarisbawahi kesucian yang diberikan kepada Ka'bah sebagai tempat suci dan tak boleh diganggu gugat. Nama ini digunakan dalam Al-Quran, misalnya dalam Surah al-Ma'idah: "Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci, sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, (demikian pula) bulan Haram, hadyu (hewan kurban), qalaid (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."[Surah al-Ma’idah, 5:97] Al-Bayt al-Muharram – Rumah TerlarangNama ini menyampaikan gagasan bahwa Ka'bah dihormati dan terlarang untuk aktivitas tertentu, karena statusnya yang suci. Nama ini disebutkan dalam Surah Ibrahim (14:37), yang biasanya diterjemahkan sebagai "Rumah Suci" atau "Rumah yang Disucikan". Ibrahim alaihissalam berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya (dan berada) di sisi rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (demikian itu kami lakukan) agar mereka melaksanakan salat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.[Surah Ibrahim, 14:37] Awwal Bayt – Rumah PertamaKa'bah diyakini sebagai rumah ibadah pertama yang didirikan untuk umat manusia, pertama kali dibangun oleh Nabi Adam, kemudian oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail Q atas perintah Allah. "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam".[Surah Ali Imran, 3:96] Ka'bah juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti: Baitullah – Rumah Allah: Nama ini menekankan peran Ka'bah sebagai tempat tinggal simbolis Allah. Al-Bunya – Struktur: Namanya diambil dari “al Bina'” (bangunan). Bunyat Ibrahim – Struktur Ibrahim: Seperti yang awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim S. Al-Ka'bah al-Musharrafah - Ka'bah yang Mulia: Nama ini menekankan status terhormat dan kedudukan tinggi Ka'bah. Al-Ka'bah al-Muazzamah – Ka'bah yang Megah: Menyoroti kemegahan dan kemegahan Ka'bah. Al-Ka'bah al-Muqaddasah – Ka'bah Suci: Nama ini menekankan kesucian dan kesucian Ka'bah sebagai situs keagamaan yang dihormati. Al-Ka'bah al-Sharifah - Ka'bah yang Terhormat: Nama ini menggarisbawahi kehormatan yang diberikan kepada Ka'bah. Itulah sedikit tentang Ka’bah yang atas perintah Allah menjadi kiblat Kaum Muslimin saat beribadah, khususnya saat shalat. Kamu mau mengunjunginya? Rancang saja jadwal perjalananmu bersama easyumroh.id agar lebih berkesan dan nyaman. #easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu.
-
Tips & trickshari jum'at
f4t 10-01-2026 09:09hari jum'at , ingat surah al jumu'ahtest saja
-
Tips & tricksMASJID AISYAH DI TAN'IM LANDMARK LUARBIASA DAN MIQAT TERDEKAT
Lutfi MB- admin easyumroh 09-01-2026 04:04Masjid Aisyah (bahasa Arab: عائشة‎‎ مسجد), juga dikenal sebagai Masjid al-Tan’im (التنعيم مسجد), adalah sebuah masjid yang terletak di tempat di mana Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu’anha diperintahkan oleh Nabi ﷺ untuk memasuki keadaan ihram guna melaksanakan Umrah saat Haji Wada’. Masjid ini merupakan lokasi miqat terdekat dan paling nyaman untuk memasuki keadaan ihram bagi mereka yang tinggal di dalam batas-batas Haram (Tanah Suci), dan bagi mereka yang berniat untuk melaksanakan Umrah tambahan. Masjid Aisyah terletak di wilayah Al-Hil, sejauh 7,5 kilometer dari Masjidil Haram, di kawasan At-Tan'im, Makkah. Tan’im merupakan sebuah kawasan yang terletak di barat laut Masjidil Haram, antara Makkah dan Sarif. Karenanya Masjid Aisyah juga dikenal sebagai Masjid Tan’im. Nama ini didasarkan pada dua gunung yang terletak di kedua sisinya, Naim dan Naiim. Masjid ini berada di jalur dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah, yang biasa disebut sebagai Tareeq al-Hijrah. Selain itu, masjid ini kadang-kadang disebut juga sebagai Masjid Umrah karena merupakan titik awal bagi penduduk Mekah dan para jamaah yang berniat untuk melaksanakan Umrah lagi. Masjid Aisyah dikenal dengan arsitekturnya yang luar biasa dan konstruksinya yang khas, masjid ini menonjol sebagai salah satu landmark terkemuka di Makkah.Warna putih mendominasi warna masjid. Masjid ini memiliki pintu dan jendela yang tinggi mencerminkan gaya arsitektur Islam modern. Masjid ini awalnya dibangun oleh Emir Makkah pada saat itu, Abu Abbas Abdullah ibn Muhammad, di bawah Khalifah Abbasiyah al-Mutawakkil pada tahun 240 H (854). Seiring waktu, sebagian besar masjid mengalami kehancuran dan kemudian dibangun kembali, yang menjaadikannya mengalami perluasannya. Selama era pemerintahan Saudi, masjid ini dibangun kembali, dan Raja Fahd bin Abdul Aziz mengawasi pembangunannya, dengan biaya 100 juta riyal. Luas total masjid, termasuk fasilitasnya, sekarang mencakup 84.000 meter persegi dan dapat menampung sekitar 15.000 jamaah. Masjid itu sendiri mencakup area seluas 6.000 meter persegi dan memiliki dua menara setinggi 50 meter. Di samping masjid, terdapat banyak fasilitas yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan para peziarah, termasuk area parkir luas yang diperuntukkan bagi bus, taksi, dan mobil pribadi. Selain itu, terdapat toilet, fasilitas mandi, dan ruang ganti. Di luar juga terdapat kios-kios kecil dan pedagang yang menjual barang-barang kebutuhan yang penting seperti pakaian Ihram dan perlengkapan Umrah lainnya. Jika kamu ingin menambah pengalaman yang berkesan dan napaktilas umrah Sayyidatina Aisyah radhiallahu’anha dari miqat Masjid Aisyah di Tan’im, silakan coba. Dan #easyumroh.id siap bersamamu merancang perjalanan umrahmu agar mudah dan berkesan. Easy umroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu. Powered by Froala Editor
-
Tips & tricksMUSIM DINGIN, MUSIM UMRAH YANG NYAMAN
Lutfi MB- admin easyumroh 07-01-2026 07:07Saudi Arabia sesuai dengan letak geogafisnya mengalami musim dingin dan musim panas. Biasanya musim dingin akan terasa mulai Desember sampai Pebruari. Peristiwa alam ini ditandai dengan penurunan suhu dan meningkatnya aktivitas cuaca di berbagai wilayah. Pada saat itu cuaca cukup ramah bagi yang menunaikan umrah.Bagi jamaah umrah, musim dingin menjadi periode yang paling nyaman karena suhu di Makkah dan Madinah tidak sepanas bulan-bulan sebelumnya. Puncak suhu paling dingin pada Januari. Mengutip Weather Spark, 22 Januari tercatat sebagai hari paling dingin dalam setahun, dengan suhu berkisar 16°C hingga 28°C — hawa yang ideal untuk ibadah luar ruangan seperti thawaf maupun sa’i.Bagi yang tebiasa dengan iklim tropis Indonesia, kondisi cuaca saat musim dingin di Tanah Suci terkadang bisa membuat tubuh terasa cepat lelah dan rentan sakit jika tidak dipersiapkan dengan baik. Nah, agar ibadah umrah tetap berjalan lancar dan khusyuk, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan jamaah. Diantanraya adalah…1. Persiapkan Fisik Sejak Jauh HariIbadah umrah membutuhkan stamina yang baik, terutama untuk tawaf dan sa’i yang menuntut banyak berjalan kaki. Olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau senam bisa membantu tubuh lebih siap menghadapi perubahan cuaca.2. Asupan Gizi dan Cairan Tubuh Perlu DijagaPilih makanan bergizi seimbang dengan kandungan karbohidrat dan protein, seperti nasi merah, kentang, roti gandum, serta biji-bijian untuk menjaga energi selama beribadah.Meskipun cuaca dingin sering membuat rasa haus berkurang, tubuh tetap membutuhkan cairan. Pastikan tetap minum air putih yang cukup.3. Terapkan Pola Hidup SehatPola hidup sehat membantu meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi cuaca ekstrem di Tanah Suci.Kurangi kebiasaan tidak sehat seperti begadang, merokok, dan konsumsi makanan berlemak tinggi. Ganti dengan konsumsi buah, sayur, serta tambahan vitamin atau suplemen bila diperlukan.4. Sediakan Pakaian Hangat yang CukupPilih pakaian yang ringan namun mampu menahan dingin agar tetap nyaman beraktivitas.Termasuk pakaian ihram. Meskipun ada saat jamaah mengenakan pakaian ihram, aktivitas di luar rangkaian ibadah tetap membutuhkan pakaian tambahan. Jaket, sweater, atau outer hangat penting untuk melindungi tubuh, terutama saat malam dan dini hari.5. Perhatikan Waktu IstirahatKurang tidur atau istirahat bisa menurunkan imunitas tubuh. Usahakan tidur cukup dan tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas berlebihan.Beristirahatlah sejenak agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah, apalagi saat tubuh terasa lelah.6. Kelola Stres dengan BaikPikiran yang tenang membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Kelola stres dengan berpikir positif, berzikir, atau melakukan aktivitas ringan yang menenangkan.7. Bawalah Obat-obatan PribadiObat-obatan wajib masuk dalam daftar bawaan. Selain obat rutin bagi jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu, siapkan juga obat umum seperti obat flu, demam, sakit kepala, masuk angin, dan diare.Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat untuk memastikan kondisi kesehatan siap menghadapi cuaca dingin ekstrem.8. Siapkan Pelindungi Kulit Di Arab Saudi, udara musim dingin cenderung sangat kering. Gunakan pelembap kulit dan lip balm untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.Menjaga kesehatan kulit juga penting agar jemaah tetap nyaman selama beraktivitas. Itulah beberapa tips agar umrah tersa siap dan nyaman disaat musim dingin di Saudi Arabia. Tim #easyumroh.id siap membantu perencanaan perjalanan umrahmu agar nyaman dan mengesankan. Easy Umroh ~ memudahkan perjalanan umrahmu Powered by Froala Editor